Hal itu dikatakannya saat menyampaikan kesaksian dalam Tahlil dan Doa Bersama secara virtual yang digelar Direktorat Urais Binsyar, pada Selasa (14/9/2021) malam.
Menurut Fuad, almarhum Agus Salim semasa hidupnya memiliki jejak langkah dan pengabdian yang sangat memberikan manfaat.
“Dalam hemat saya ada dua hal yang monumental dari jejak kiprah dan dedikasi almarhum dalam perjalanan karirnya semenjak di provinsi Banten. Yang pertama adalah pendidikan Islam karena karir beliau berawal dari guru madrasah dan kepala sekolah,” ungkap Fuad.
Kemudian yang kedua adalah kemasjidan. Fuad menuturkan, sebelum almarhum dirawat di rumah sakit, dengan penuh tanggung jawab ia menyiapkan data-data kemasjidan pada rapat bersama DPR.
“Mari kita semua berdoa semoga dua urusan yang dilakukan semasa hidupnya menjadi wasilah bagi almarhum Bapak Muhammad Agus Salim dan melapangkan perjalanannya menuju hadirat Allah SWT,” ujarnya.
Fuad juga berharap, dengan doa kita kepada Allah SWT, moga Allah akan memberikan kesejukan, ampunan dan rahmat-Nya bagi arwah almarhum di alam kuburnya. “Kini beliau telah terpisah antara jasad dan rohnya. Rohnya kembali pada Allah SWT dan jasadnya kembali ke bumi, namun amal kebaikannya akan tetap kita kenang,” tuturnya.
“Buya Hamka mengatakan, kenangan yang baik itu adalah umur yang kedua bagi manusia,” pungkasnya.
(Anty)



