Lumajang, Bimas Islam --- Sebanyak delapan pasang Calon Pengantin (Catin) di KUA Sukodono, Kabupaten Lumajang terlihat serius memperhatikan paparan fasilitator. Dengan masker menempel di bagian wajah, peserta Bimwin ini mendapatkan pencerahan terkait psikologi keluarga.
"Memasuki kehidupan rumah tangga harus dengan bekal yang cukup. Tidak hanya usia yang matang sesuai undang-undang, tetapi perlu persiapan rohani, ilmu, finansial, fisik, dan sosial," ungkap Sriwanti Yusuf, fasilitator Bimwin yang juga Penyuluh Agama Islam di Sukodono, Kamis (24/2/22).
Wanita yang akrab disapa Bunda Wanti ini menjelaskan, persiapan sebelum pernikahan membuat rumah tangga relatif tahan terhadap dinamika yang terjadi. Katanya, kehidupan setelah akad nikah sangat berbeda dengan sebelum menikah.
"Biasakan berkomunikasi dengan pasangan. Apa pun yang diinginkan, apa pun yang terjadi, biasakan berkomunikasi. Dengan komunikasi yang baik, insyaallah keluarga yang dijalani akan mendapatkan bahagia dan berkah," tambahnya.
Bersamaan dengan Bunda Wanti, Penghulu KUA Sukodono, Moh. Tuhen mengajak peserta Bimwin untuk melakukan simulasi konflik. Menurutnya, simulasi penting dilaksanakan agar Catin memiliki gambaran yang utuh saat nanti menghadapi tantangan dalam rumah tangga.
"Saat simulasi potensi konflik, peserta Bimwin terlihat antusias dan tertarik mencari solusi atas persoalan yang dihadapi. Konflik tidak mungkin dihindari, tetapi bisa diminimalisir dengan solusi yang tepat," kata Tuhen.
(Pirman)
Sekretariat Ditjen Bimas Islam
Rakor Kemenko PMK: Wajib Halal Oktober 2026 Tetap Sesuai Jadwal
Jakarta, Bimas Islam — Implementasi Wajib Halal Oktober 2026 dipastikan tetap berjalan sesuai jadwal. Hal itu disepakati kementerian dan lembaga terkait…



