Timor Tengah Selatan, Bimas Islam --- Kementerian Agama (Kemenag) melanjutkan program unggulan Kampung Zakat di Desa Billa, Kecamatan Amanuban Timur, Kabupaten Timor Tengah Selatan, Nusa Tenggara Timur (NTT). Peresmian Program Kampung Zakat ini dilakukan di aula kecamatan Soe pada Selasa (7/6).
Acara peresmian dihadiri Dirjen Bimas Islam, Direktur Pemberdayaan Zakat dan Wakaf, Kepala Kanwil Nusa Tenggara Timur, Asisten Bupati Timor Tengah Selatan, Pengadilan Tinggi, Perwakilan BAZNAS Provinsi NTT, BAZNAS Kab Timur Tengah Selatan dan beberapa Lembaga Zakat yaitu Lazis Muhammadiyah, Dompet Dhuafa, Rumah Zakat, LAZ Dewan Dakwah, LAZ LMI, LAZ Wahdah Islamiyah, LAZ Baitul Mah Hidayatullah dan lembaga sosial YBM PLN, serta 150 masyarakat desa.
Dirjen Bimas Islam Kamarudin Amin mengatakan, Launching Program inovatif dan kontributif Kampung Zakat yang ke-18 merupakan langkah awal dari 1000 langkah demi terwujudnya masyarakat Desa Billa menjadi umat martabat, mandiri, dan bahagia dunia serta akhirat.
“Desa Billa merupakan lokasi kampung zakat ke 2 di Provinsi NTT. Harapannya adanya program ini dapat menjadi bukti fungsi zakat, infak, dan sedekah sebagai instrumen keuangan sosial untuk mendorong transformasi masyarakat dari miskin menjadi sejahtera serta mendukung pembangunan berkelanjutan dari aspek ekonomi, kesehatan, pendidikan hingga sosial. Sehingga ketika sudah berhasil dan mandiri nantinya dapat di adopsi dan percontohan bagi daerah lainnya,” jelas Dirjen.
Selaras dengan pernyataan tersebut, Direktur Pemberdayaan Zakat dan Wakaf Tarmizi menyampaikan, keputusan kolaborasi bersama antara masyarakat, pemerintah daerah, BAZNAS, dan LAZ adalah langkah yang baik dan harus terus dikembangkan, sehingga menjadi portofolio pemberdayaan zakat serta dapat meyakinkan para orang kaya untuk menunaikan zakat secara rutin.
“Kelompok masyarakat yang menerima bantuan juga harus amanah dan dapat bekerja sama dengan pendamping serta dapat melaporan segala bentuk aktivitas kegiatan. Diharapkan dengan bantuan dari Kementerian Agama, BAZNAS, dan LAZ berupa bantuan modal untuk sayur mayur, penggemukan sapi, usaha mikro, ayam potong. Serta penanggulangan stunting bagi masyarakat menjadi program yang akan di laksanakan,” urai Tarmizi.
Pada kesempatan yang sama, Kakanwil Kemenag NTT Reginaldus Saverinus menyampaikan, haru dan kebahagiaan atas sumbangsih serta kontributif dari Ditjen Bimas Islam yang sangat perhatian dengan wilayah Provinsi NTT. Hal ini terbukti masih dipercaya sebagai lokasi kampung zakat kedua di NTT. ZIS bagi Islam dan persepuluhan bagi agama Katolik dan Protestan diharapkan menjadi solusi alternatif dalam membangun desa.
"Semoga program kampung zakat desa Billa menjadi keberkahan bagi seluruh masyarakat," harapnya.
(iqbal fadli muhammad)
Sekretariat Ditjen Bimas Islam
Rakor Kemenko PMK: Wajib Halal Oktober 2026 Tetap Sesuai Jadwal
Jakarta, Bimas Islam — Implementasi Wajib Halal Oktober 2026 dipastikan tetap berjalan sesuai jadwal. Hal itu disepakati kementerian dan lembaga terkait…



