Jakarta, Bimas Islam — Psikolog keluarga, Alissa Wahid, mengatakan, keberhasilan mewujudkan visi Indonesia Emas 2045 dimulai dari penguatan institusi terkecil dalam masyarakat, yaitu keluarga. Menurutnya, pembangunan sumber daya manusia tidak cukup hanya mengandalkan sektor pendidikan dan ekonomi, melainkan juga perlu dibarengi dengan ketahanan keluarga.
“Awal dari Indonesia Emas itu adalah dari keluarga. Maka ketika kita membimbing keluarga muda untuk membangun relasi yang sehat dan harmonis, sesungguhnya kita sedang menyumbang peradaban,” ujar Alissa dalam acara Bimbingan Relasi Harmonis yang digelar Direktorat Jenderal Bimbingan Masyarakat Islam Kementerian Agama (Kemenag), Kamis (22/5/2025).
Kemenag menggagas layanan Bimbingan Relasi Harmonis sebagai upaya memperkuat fondasi keluarga muda. Layanan ini menyasar pasangan di usia pernikahan 1-5 tahun pertama, yang rawan konflik dan perceraian.
Dalam pelaksanaannya, fasilitator bimbingan berperan sebagai pendamping yang memberi edukasi serta membantu pasangan menyelesaikan konflik rumah tangga secara sehat dan dialogis.
“Menurunkan angka perceraian adalah tanggung jawab kita bersama. Jangan anggap remeh layanan yang kita berikan. Setiap bimbingan yang berdampak positif adalah kontribusi bagi masa depan bangsa,” ujarnya.
Alissa menekankan, ketahanan keluarga merupakan kunci terwujudnya masyarakat tangguh. Oleh karena itu, layanan bimbingan harus mampu menghadirkan dampak nyata dalam kehidupan keluarga.
“Keluarga butuh pengetahuan, butuh pendampingan. Di sinilah peran negara hadir. Melalui bimbingan relasi harmonis, kita memperkuat pondasi bangsa dari akarnya,” pungkasnya.
Msk/Mr



