Jakarta, Bimas Islam --- Direktur Jenderal Bimas Islam Kamaruddin Amin mengatakan, dunia digital akan mengasah kreativitas penyuluh dalam berdakwah, dan menyampaikan pesan-pesan kepada umat.
"Ini menjadi tantangan kita, tantangan penyuluh. Kalau kita kreatif dalam membuat konten menarik dalam dunia digital, media sosial, maka kita akan mampu bersaing," kata Kamaruddin di Jakarta, Senin (21/6/2021).
Kamaruddin menambahkan, dalam dunia digital saat ini sedang terjadi pertarungan ide dan gagasan. Para penyuluh, kata Kamaruddin, harus mampu mengasah kemampuan dalam pertarungan ide dan gagasan tersebut.
"Sehingga yang menang adalah mereka yang kreatif, yang inovatif, yang mengikuti bahasa anak muda, bahasa umum yang connect dengan media komunikasi digital ini," ujar Kamaruddin.
Kamaruddin melanjutkan, salah satu sasaran dakwah di media sosial adalah anak muda. Pasalnya, kata Kamaruddin, mayoritas pengguna media sosial adalah para generasi muda.
"Secara jumlah penduduk dan usia produktif, para anak muda ini juga sangat besar jumlahnya, sehingga kita harus mampu mendidik, mengarahkan anak-anak kita ini, ke jalan yang baik dan benar," tutup Kamaruddin.
Sebagai informasi, untuk meningkatkan kapasitas literasi digital penyuluh, Ditjen Bimas Islam telah menandatangani kesepakatan kerja sama dengan Kementerian Komunikasi dan Informatika. Seluruh penyuluh yang berada di Ditjen Bimas Islam, akan dilatih secara bertahap dalam meningkatkan literasi digitalnya.
Pada tahap pertama, dilakukan pelatihan kepada 60 penyuluh. Pelatihan angkatan kedua dijadwalkan akan dilaksanakan pada 5-10 Juli 2021 mendatang.
(Fadly)
Sekretariat Ditjen Bimas Islam
Rakor Kemenko PMK: Wajib Halal Oktober 2026 Tetap Sesuai Jadwal
Jakarta, Bimas Islam — Implementasi Wajib Halal Oktober 2026 dipastikan tetap berjalan sesuai jadwal. Hal itu disepakati kementerian dan lembaga terkait…



