Jakarta, Bimas Islam -- Penasihat Dharma Wanita Persatuan (DWP) Kementerian Agama, Eny Retno Yaqut Cholil menyakini, pendidikan bagi perempuan merupakan cara yang tepat untuk mentransfer semangat Kartini pada generasi penerus bangsa, khususnya perempuan.
Hal itu ia sampaikan saat memberi sambutan dan membuka acara Halalbihalal sekaligus Peringatan Hari Kartini, Selasa (9/5/2023), di Auditorium HM Rasjidi, Gedung Kementerian Agama, Jl. M.H Thamrin, Jakarta Pusat.
“Semangat Kartini harus kita estafetkan, suarakan dan wariskan secara terus-menerus kepada penerus bangsa, khususnya kepada kaum perempuan, melalui pendidikan dan pembelajaran, baik dari sisi intelektual maupun kepribadian. Dengan begitu, peradaban bangsa akan terbangun lebih baik,” jelasnya.
Menurut Eny, kegiatan Halalbihalal dan Peringatan Hari Kartini ini bertema ‘Problematika Seksualitas Pasutri dan Kiat Menjaga Keharmonisan Keluarga’ sangat relevan dengan keadaan saat ini. Menurutnya, tema ini perlu didiskusikan bersama.
Eny mengungkapkan, banyak kasus perceraian yang terjadi akibat minimnya pengetahuan tentang keintiman antarpasangan. Menurutnya, hal tersebut juga menjadi faktor disharmoni dalam rumah tangga.
“Topik ini menjadi sangat penting untuk kita diskusikan. Ada salah satu penjelasan dari penelitian Euis Sunarti seorang guru besar di IPB, setiap jam di Indonesia ini terjadi 50 perceraian. Jangan sampai kita menjadi salah satunya. Tema ini saya percaya bisa menambah wawasan dan pengetahuan paling intimis, krusial dalam hubungan suami istri. Panduan untuk bisa lebih menjaga keharmonisan dan ketahanan keluarga,” jelasnya.
Kemudian, Eny juga mengutip sebuah hasil publikasi yang juga menjelaskan kelanggengan dalam rumah tangga. Menurut telaahnya, komunikasi terkait keintiman dan seksual kepada pasangan merupakan salah satu cara untuk mendorong kelanggengan pernikahan.
“Penelitian di tahun 2019 yang dipublish oleh Jurnal-jurnal Epidemiology and Health, terdapat beberapa faktor yang memengaruhi langgengnya sebuah pernikahan. Salah satunya faktor komunikasi dan hubungan seksual meskipun ada beberapa faktor lain, misalnya cinta, intimasi, religius, dan pembagian peran,” ucap Eny.
Ba/Mr



