Jakarta, Bimas Islam --- Sekretaris Ditjen Bimas Islam, M. Fuad Nasar mengajak umat Islam untuk meningkatkan literasi terhadap perekonomian dan keuangan syariah. Di tengah kondisi perekonomian nasional yang terpuruk, ia meyakini konsep ekonomi syariah dapat menjadi salah satu solusi atas masalah tersebut.
Fuad mengutip pernyataan dari Gubernur Bank Indonesia pertama, sekaligus mantan Menteri Keuangan, Sjafruddin Prawiranegara bahwa salah satu penyebab timbulnya kekacauan sosial, dan jurang pemisah antara yang kaya dan miskin di dunia, adalah karena agama dipisahkan dari ekonomi.
"Islam mengajarkan, dalam usaha kita mencari nafkah untuk keperluan hidup, kita sekali-kali tidak boleh melupakan kewajiban terhadap sesama manusia, khususnya terhadap orang-orang yang miskin dan lemah," papar Fuad pada Kamis (25/3).
Fuad mengemukakan ekonomi dan keuangan syariah bukanlah konsep ekonomi yang ekslusif, melainkan ekonomi yang inklusif, dan merefleksikan prinsip rahmatan lil alamin.
"Manfaat dari konsep ekonomi dan keuangan syariah akan diperoleh siapa saja yang menjalankan tanpa memandang keyakinan agamanya. Tidak ada diskriminasi di dalam pelaksanaannya," imbuhnya.
Ia menambahkan dalam konsep perekonomian syariah, pasar dan perdagangan harus bebas dari unsur kecurangan, spekulasi, monopoli serta pencarian keuntungan yang melampaui batas.
(Boy)
Sekretariat Ditjen Bimas Islam
Rakor Kemenko PMK: Wajib Halal Oktober 2026 Tetap Sesuai Jadwal
Jakarta, Bimas Islam — Implementasi Wajib Halal Oktober 2026 dipastikan tetap berjalan sesuai jadwal. Hal itu disepakati kementerian dan lembaga terkait…



