Aceh Barat Daya, Bimas Islam -- Menulis sebagai keterampilan harus terus dilatih. Semakin kerap berlatih, semakin banyak dan berkualitas karya yang dihasilkan. Sebaliknya, jika malas mencoba maka mimpi menjadi penulis kerap hanya angan.
Demikian disampaikan Penghulu sekaligus Kepala KUA Susoh, Aceh Barat Daya, Roni Haldi. Roni membagikan empat kiat yang biasa dilakukan hingga dirinya berhasil menerbitkan 14 buku dalam kurun 4 tahun.
Interaksi dengan Al-Qur'an
Roni terbiasa masuk kantor satu jam sebelum jam kerja. Selain persiapan, waktu tersebut kerap digunakan untuk mendaras Al-Qur'an. Ayat yang dia baca kerap menjadi sumber inspirasi.
"Sering ada ayat yang menginspirasi dari berbagai tema termasuk tema keluarga. Biasanya saya catat, lalu dijadikan inspirasi. Selain dengan memperkaya rujukan, kita kaitkan juga dengan persoalan rumah tangga yang diadukan masyarakat ke KUA," ungkap Roni di Susoh melalui pesan tertulis kepada bimasislam, Jumat (7/10/22).
Roni melanjutkan, membaca Al-Qur'an di pagi hari juga membawa efek positif bagi hati dan pikiran. Efek itu, katanya, menjadi bekal dalam melayani masyarakat sepanjang hari.
Banyak Baca
Seorang penulis harus banyak membaca. Menulis merupakan aktivitas mengekspresikan pemikiran dan perasaan. Tidak hanya membaca teks, penulis juga dituntut membaca realitas.
"Tentu harus banyak membaca. Tidak mungkin menulis jika tidak membaca. Baca teks dan realitas. Sebaik-baik bacaan adalah Al-Qur'an," imbuh lulusan Universitas Al-Azhar Kairo, Mesir ini.
Pelayanan Masyarakat
Roni juga kerap mendapatkan inspirasi menulis dari masyarakat yang datang ke KUA. Apalagi dalam program Revitalisasi KUA yang digagas Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas, KUA semakin meningkatkan perannya dalam memberikan layanan keagamaan dan keluarga kepada masyarakat.
"Ada saja masyarakat yang datang ke KUA. Persoalan yang mereka sampaikan bisa menjadi inspirasi menulis. Kita tulis tanpa menyebutkan identitas masyarakat, hanya mengutip persoalan yang dihadapi dan ditambahi solusi yang ditawarkan," tambah pria yang menerbitkan 3 buku pada 2019 ini.
Jangan Takut Salah
Memulai menulis, sambung Roni, dibutuhkan keberanian. Penulis pemula tidak perlu takut salah. Ia hanya perlu mencoba dan berani mempublikasikan tulisan di berbagai kanal media sosial.
"Jangan takut salah dan jangan menjadi editor bagi tulisan sendiri. Menulis saja, unggah di media sosial. Unggahan di media sosial akan memicu interaksi sehingga banyak masukan dan perbaikan yang bisa kita lakukan," pungkasnya.
Roni menulis 14 buku dalam kurun 4 tahun. Ia menulis sebanyak 3 buku pada 2019, ditambah 3 buku pada 2020. Pada 2021, sebanyak 6 buku berhasil terbit. Sedangkan di tahun 2022, sebanyak 2 buku sudah terbit.
(Pirman)
Sekretariat Ditjen Bimas Islam
Rakor Kemenko PMK: Wajib Halal Oktober 2026 Tetap Sesuai Jadwal
Jakarta, Bimas Islam — Implementasi Wajib Halal Oktober 2026 dipastikan tetap berjalan sesuai jadwal. Hal itu disepakati kementerian dan lembaga terkait…



