Banten:bimasislam—“Maraknya keterlibatan kaum muda dalam ragam tindakan negatif terekam begitu dominan Kerawanan-kerawanan sosial seperti tawuran, kekerasan, penyalahgunaan narkoba, radikalisme-terorisme, pornografi, pergaulan dan sex bebas maupun tindakan yang didasarkan pada pemahaman menyimpang lainnya masih merupakan problematika utama yang membutuhkan perhatian yang lebih seksama. Disamping itu kurangnya pengetahuan keagamaan dan faktor kekosongan spiritual kaum muda merupakan penyebab utama yang menjadikan sebagian pemuda bangsa terjebak mengikuti aliran atau gerakan yang bermasalah.”
Demikian disampaikan Juraidi, Direktur Urusan Agama Islam dan Pembinaan Syariah ketika mengawali sambutan pembukaan kegiatan Pembinaan Paham Keagamaan bagi generasi muda se-Provinsi Banten di Hotel Horison Ultima Ratu, Serang Banten (11/4).
“Beberapa hari ini kita disibukan dengan berita beberapa orang meninggal akibat menenggak miras oplosan. Ini adalah gambaran bahwa mereka tidak taat beragama atau juga dia tidak mempunyai pengetahuan tentang ajaran agama dengan baik, dan juga tidak mengamalkan. Inilah tugas kita untuk meningkatkan pengamalan agama dengan baik,” ungkap Doktor lulusan PTIQ Jakarta ini.
“Kegiatan pembinaan paham keagamaan bagi generasi muda dengan mengusung tema Bina Moderasi Islam Mewujudkan Generasi Millenial Berkarakter Wasathiyah ini digagas oleh subdit Bina Paham Keagamaan Islam dan Penanganan Konflik memiliki arti sangat penting dilakukan dengan suatu tujuan yaitu pemberian nilai dakwah bil mauidzah hasanah bagi seluruh umat Islam di Indonesia,” ungkap mantan Kasubdit penyuluhan agama Islam ini.
Selanjutnya, Juraidi juga menegaskan, “Ada 4 (empat) Strategi Kemeterian Agama dalam antisipasi terhadap gerakan, ajaran dan paham bermasalah: Pertama, Peningkatan pengetahuan agama; Kedua: Peningkatan penghayatan ajaran agama; Ketiga: Peningkatan pengkajian ayat-ayat kitab suci dan ajaran agama; dan Keempat: Pemberian penyuluhan.”
“Para generasi muda kita harus didekatkan dengan ayat-ayat suci al-Qur’an dan ajaran agama.Jadi pengkajian-pengkajian al-Qur’an harus diperbanyak dalam membina generasi muda kita. Ini bagian dari strategi kita dalam rangka mengembangkan Bina Paham Keagamaan pada generasi muda, supaya generasi muda ini kuat dalam mengetahui agama agar mereka tidak terlibat dengan paham-paham yang menyimpang,” tegas Juraidi mengakhiri sambutannya.
Kegiatan Pembinaan Paham Keagamaan bagi generasi muda se-Provinsi Banten ini berlangsung selama tiga hari (11-13April 2018) dan diikuti 50 orang peserta yang terdiri Penyelenggara Syariah Penyuluh Agama Islam, Osis/Rohis Sekolah (SMA/MAN), Remaja Masjid dan Organisasi Kepemudaan Islam serta Pejabat Kepala Kantor Kementerian Agama Kota/Kabupaten dan pejabat kantor wilayah Kementerian Agama se-Provinsi Banten bertempat di di Hotel Horison Ultima Ratu, Serang Banten.
Penulis: Jamal Marky
Editor:Syafaat
Foto: bimas islam
Sekretariat Ditjen Bimas Islam
Kemenag Ingatkan Peran Strategis Masjid sebagai Pemersatu Umat
Surabaya, Bimas Islam — Kementerian Agama mengingatkan pentingnya mengoptimalkan peran masjid sebagai pemersatu umat sekaligus pusat dakwah, pendidikan, dan…



