Pekanbaru, Bimas Islam – Direktorat Pemberdayaan Zakat dan Wakaf melalui Subdit Edukasi, Inovasi, dan Kerja Sama Zakat dan Wakaf menggelar monitoring dan evaluasi program Inkubasi Wakaf Produktif. Program ini sudah berjalan sejak tahun 2021 bekerja sama dengan Badan Wakaf Indonesia (BWI).
Kasubdit Edukasi, Inovasi, dan Kerja Sama Zakat dan Wakaf, Wida Sukmawati mengatakan, tujuan dilakukan monitoring dan evaluasi adalah untuk mengetahui sejauh mana keberhasilan bantuan yang diberikan, di samping memastikan program berjalan baik.
Di Pekanbaru, pengelolaan tanah wakaf dilakukan dengan membangun Win Mart BWI. Win Mart merupakan salah satu dari 12 pilot project inkubasi wakaf produktif yang dibangun di atas tanah wakaf yang diserahkan masyarakat, dan dibangun dari dana wakaf yang dihimpun oleh BWI.
“Tahun 2021, terdapat 12 titik yang sudah menjadi proyek percontohan inkubasi wakaf produktif. Beberapa di antaranya bahkan sudah menghasilkan nilai manfaat seperti inkubasi wakaf di Kalimantan Barat yang sudah mampu panen raya jagung dan cabai, Bangka Selatan dengan panen sawit, Ciamis Jawa Barat dengan panen ikan, Aceh dengan panen kopi, hingga di Sleman dan Yogyakarta yang membuat SPBU,” ujar Wida kepada wartawan Bimas Islam, Senin (12/6/2023).
"Nilai manfaat bukan hanya untuk pemberi wakaf, tapi nazir dan masyarakat telah merasakan dampak dari program inkubasi wakaf produktif tersebut," lanjutnya.
Ia berharap, Win Mart dapat membantu pendistribusian Usaha Mikro, Kecil, Menengah (UMKM) masyarakat.
Win Mart juga diharapkan dapat terus berkembang dan bermanfaat untuk nazir serta masyarakat sekitar, di samping terus melakukan kolaborasi dengan banyak pihak seperti BAZNAS, LAZ, dan lembaga terkait lainnya.
Sementara itu Masrizal, salah satu pengurus Win Mart mengatakan, saat ini Win Mart sudah melakukan pengembangan usaha dengan dibangunnya cabang kedua yang berlokasi di Masjid Ar-Rahman. Ke depan, akan dibangun cabang ketiga yang berlokasi di Masjid An-Najah.
“Kami sudah berkolaborasi dengan binaan UMKM BAZNAS yang didampingi penyuluh. Saat ini UMKM sudah menitipkan produk-produk mereka di Win Mart seperti kue-kue kering untuk oleh-oleh. Win Mart BWI sendiri memiliki omzet Rp13 juta perbulan. Semoga dengan semangat dan niat kami, Win Mart ini akan maju dan berkembang,” ungkap Masrizal.
“Kami sudah berkolaborasi dengan binaan UMKM BAZNAS yang didampingi penyuluh. Saat ini UMKM sudah menitipkan produk-produk mereka di Win Mart seperti kue-kue kering untuk oleh-oleh. Win Mart BWI sendiri memiliki omzet Rp13 juta perbulan. Semoga dengan semangat dan niat kami, Win Mart ini akan maju dan berkembang,” ungkap Masrizal.
Fn/Mr



