Jakarta, Bimas Islam– Direktur Jenderal Bimbingan Masyarakat Islam Kementerian Agama, Kamaruddin Amin, mengajak seluruh majelis taklim di Indonesia berperan aktif dalam menggerakkan umat Islam untuk berwakaf. Ia menekankan pentingnya wakaf sebagai bentuk ibadah sosial yang strategis dalam upaya pengentasan kemiskinan di Indonesia.
"Saya membayangkan kalau majelis taklim di Indonesia bersama-sama menggerakkan umat, masyarakat, untuk berwakaf sesuai dengan kemampuannya. Wakaf uang, seberapa pun itu, akan berfungsi sangat instrumental dalam mengentaskan kemiskinan di Indonesia," ujar Kamaruddin secara virtual dalam Silaturahim Nasional Pokja Majelis Taklim di Jakarta, Jumat (2/8/2024).
Kamaruddin menjelaskan, potensi filantropi Islam di Indonesia sangat besar. Dengan mengoptimalkan potensi ini, terutama melalui wakaf, diharapkan filantropi Islam dapat berperan signifikan mengatasi persoalan kemiskinan. Oleh karena itu, ia mengajak seluruh lapisan masyarakat untuk turut serta menyosialisasikan pentingnya wakaf.
"Mari kita sosialisasikan pentingnya wakaf di tengah-tengah masyarakat. Mari kita menjadikan bangsa Indonesia ini menjadikan wakaf sebagai gaya hidup," ajaknya.
Kamaruddin juga menekankan, pengentasan kemiskinan bukan hanya menjadi tanggung jawab negara, tetapi tanggung jawab bersama. "Kemiskinan bukan hanya tugas negara, tapi tugas kita semua, kalau kita mampu. Mari kita berwakaf," ujarnya.
Ia mengungkapkan, beragama tidak sebatas urusan pribadi dengan Tuhannya, tetapi juga berkaitan dengan dimensi sosial. Islam, lanjutnya, sebagai agama mayoritas di Indonesia, memiliki konsep-konsep yang sangat mendukung kegiatan sosial seperti wakaf, zakat, sedekah, dan infak.
Msk/Mr



