Jakarta, Bimas Islam -- Kasubdit Bina Kepenghuluan, Ditjen Bimas Islam, Anwar mengatakan, kolaborasi antarlembaga negara dapat menyelesaikan persoalan keluarga dan remaja. Hal itu disampaikannya dalam program Sapa KUA yang digelar secara Daring melalui Zoom Meeting dan disiarkan di Kanal YouTube KUA Kita, Kamis (13/4/2023).
“Permasalahan keluarga dan anak bangsa tidak mungkin dapat diselesaikan oleh satu atau dua kementerian/lembaga saja,” ujarnya.
Ia mencontohkan, permasalahan stunting misalnya, tidak akan dapat diselesaikan jika hanya mengandalkan BKKBN. Hal tersebut akan sangat sulit dan memakan waktu lama.
“Ketika berkolaborasi, tentu hasilnya akan lebih maksimal, karena dikerjakan melalui sebuah sinergitas yang dilakukan secara koordinatif,” ucapnya.
Terkait permasalahan remaja, imbuhnya, Kemenag bekerja pada ranah pengasuhan. Kepala KUA dan penyuluh berperan dalam pelaksanan Bimbingan Remaja Usia Sekolah (BRUS), untuk memberi edukasi terkait kesadaran dalam mengelola diri dan meraih potensi terbaik.
Kolaborasi juga dapat dilakukan dalam memitigasi penyalahgunaan narkoba, pergaulan bebas, dan seks sebelum nikah, sehingga tidak ada lagi anak-anak atau remaja yang hamil di luar nikah, yang kemudian berdampak pada persoalan susulan, yakni peristiwa kawin anak.
“BKKBN, Puskesmas, Kemenkes, Kemensos, BUMN, dan seluruh komponen tentu bisa membebaskan anak bangsa dari permasalahan-permasalahan tersebut. Kalau kemudian sudah di-assessment, diberikan bimbingan pada anak-anak usia remaja, mereka akan siap memasuki gerbang rumah tangga,” pungkasnya.
Fn/Mr



