Bulukumba, Bimas Islam -- Direktorat Pemberdayaan Zakat dan Wakaf (Ditzawa) Kemenag melakukan evaluasi program Kampung Zakat di Desa Kahayya, Kecamatan Kindang, Kabupaten Bulukumba, Selasa (13/9/2022). Kegiatan ini turut dihadiri Wakil Bupati Bulukumba, Edy Manaf, dan Kepala Kanwil Kemenag Provinsi Sulawesi Selatan, Khaeroni.
Kasubdit Kelembagaan dan Informasi Zakat Wakaf Ditzawa Kemenag, Andi Yasri menyampaikan, program Kampung Zakat di Desa Kahayya telah memberdayakan 150 Kepala Keluarga (KK) melalui berbagai macam jenis usaha, seperti peternakan, pertanian, dan UMKM lainnya.
"Program ini merupakan wujud nyata bagaimana memberdayakan masyarakat melalui optimalisasi dana zakat, tentunya dengan kolaborasi bersama BAZNAS, LAZ, dan pemerintah daerah setempat," ujar Andi.
Andi mengingatkan, program Kampung Zakat tidak hanya terpaku kepada upaya pemberdayaan ekonomi semata, melainkan juga harus memupuk keimanan dan rasa persaudaraan di tengah masyarakat.
"Kami berharap, para ulama, dai, dan tokoh masyarakat terus melakukan dakwah di majelis taklim atau pengajian rutin tentang penguatan keagamaan," imbuhnya.
Sementara itu, Wabup Bulukumba, Edy Manaf mengatakan, salah satu produk yang akan dijadikan komoditas utama Desa Kahayya adalah kopi. Menurutnya, kopi di Desa Kahayya mempunyai rasa khas apabila diracik dengan baik.
"Semoga kopi di Desa Kahayya dapat menjadi brand nasional karena rasanya yang tidak kalah nikmat dengan kopi lainnya di Indonesia," ujarnya.
(Boy)
Sekretariat Ditjen Bimas Islam
Rakor Kemenko PMK: Wajib Halal Oktober 2026 Tetap Sesuai Jadwal
Jakarta, Bimas Islam — Implementasi Wajib Halal Oktober 2026 dipastikan tetap berjalan sesuai jadwal. Hal itu disepakati kementerian dan lembaga terkait…



