Jakarta, Bimas Islam --- Direktur Urusan Agama Islam dan Pembinaan Syariah (Urais Binsyar) Kementerian Agama RI Moh. Agus Salim mengungkapkan, Masjid Istiqlal baru saja direnovasi dengan konsep bangunan yang ramah lingkungan dan juga ramah bagi penyandang disabilitas.
"Suatu ketika saya melaksanakan salat Iduladha di masjid Istiqlal, saat itu kami menyediakan penerjemah dengan bahasa isyarat, dan dengan fasilitas yang memadai jamaah disabilitas ini bisa ikut naik ke atas dan berada di shaf pertama,” ujar Agus saat mengisi acara Podcast To The Point Bimas Islam, di Kantor Kemenag, Jl. MH Thamrin No.6 Jakarta Pusat, Rabu (28/4).
Dari kisah itu, Direktur Urais Binsyar Moh. Agus Salim bercerita bahwa dirinya dipeluk oleh salah satu jamaah disabilitas, ia merasa takjub dan bangga dengan keindahan masjid Istiqlal yang ramah terhadap penyandang disabilitas.
“Oleh karena itu saat rapat dengan pihak pengurus masjid Istiqlal, kami menyampaikan fasilitas masjid harus lebih diperhatikan dan ditingkatkan agar ramah terhadap jamaah disabilitas juga,” tuturnya.
Namun setelah itu, kata Agus, banyak yang mempertanyakan bahkan mengkritik bahwa kursi roda yang digunakan jamaah disabilitas dikhawatirkan sebelum masuk masjid menginjak barang najis dan lainnya.
“Saya kira hal itu tidak perlu dijadikan polemik terkait najis yang zahir, namun atas pertanyaan tersebut kami memberi masukan kepada pengurus Istiqlal untuk menyiapkan kursi roda khusus di dalam masjid,” ungkapnya.
Lebih jauh, Agus berharap agar seluruh masjid-masjid di seluruh Indonesia juga dapat memperhatikan fasilitas yang ramah disabilitas, sehingga masjid dapat digunakan sebagai tempat ibadah oleh semua umat Islam tanpa terkecuali.
(Anty)
Sekretariat Ditjen Bimas Islam
Kemenag: Sulsel Berpeluang Jadi Pusat Pengembangan Ekonomi Syariah di Wilayah Timur Indonesia
Makassar, Bimas Islam — Sulawesi Selatan berpeluang menjadi pusat pengembangan ekonomi dan keuangan syariah di wilayah timur Indonesia. Potensi tersebut…



