Jakarta, Bimas Islam — Instruktur Nasional Bimbingan Perkawinan (Bimwin), Sugeng Widodo menekankan pentingnya penguasaan lima modul inti bagi fasilitator Bimwin. Kelima modul inti tersebut meliputi persiapan keluarga sakinah, pengelolaan psikologi dan dinamika keluarga, pemenuhan kebutuhan serta pengelolaan keuangan keluarga, pemeliharaan kesehatan reproduksi, dan persiapan generasi berkualitas.
“Materi harus sesuai standar modul. Itu adalah materi inti yang harus dikuasai fasilitator Bimwin untuk memberi pembinaan yang tepat bagi peserta,” ujar Sugeng kepada wartawan Bimas Islam di Jakarta, Kamis (24/10/2024).
Selain materi inti, Sugeng juga menyoroti pentingnya penguasaan materi penunjang dalam bimbingan teknis (Bimtek). "Selain materi inti, seorang fasilitator di Bimtek perlu lebih siap dan memiliki bekal yang lengkap. Misalnya, pemahaman tentang perspektif keadilan dan filosofi Bimwin. Targetnya bukan sekadar transfer pengetahuan, tetapi juga peningkatan keterampilan dan perubahan sikap peserta,” jelasnya.
Menurut Sugeng, metode pelatihan sebaiknya bervariasi, mencakup latihan praktis seperti pengelolaan keuangan, dinamika keluarga, dan penanganan konflik. Dengan penguasaan materi dan metode yang baik, Sugeng berharap fasilitator Bimwin dapat mewujudkan keluarga yang lebih kuat dan berkualitas.
Keberhasilan fasilitator Bimwin, lanjut Sugeng, dapat dilihat melalui evaluasi dampak jangka panjang pada kehidupan peserta. “Indikator keberhasilan fasilitator Bimwin adalah ketika, setelah beberapa tahun, peserta yang mengikuti Bimwin menunjukkan interaksi keluarga lebih harmonis, komunikasi lebih baik, tidak ada kekerasan dalam rumah tangga (KDRT), dan lebih terampil sebagai orang tua,” pungkasnya.
Msk/Mr



