Jakarta, Bimas Islam – Direktur Bina KUA dan Keluarga Sakinah, Direktorat Jenderal Bimbingan Masyarakat Islam (Bimas Islam) Kementerian Agama (Kemenag) Cecep Khairul Anwar, mengatakan, fasilitator Bimbingan Remaja Usia Sekolah (BRUS) harus memahami kondisi remaja di era Industri 4.0. Ia menekankan pentingnya pendekatan yang adaptif dan berbasis teknologi agar pembinaan remaja lebih efektif dan relevan dengan tantangan zaman.
"Kita tidak bisa lagi membimbing remaja dengan cara-cara lama. Mereka hidup di era digital dengan akses informasi yang luas. Oleh karena itu, fasilitator BRUS harus memahami dinamika ini agar bimbingan yang diberikan relevan dan efektif," ujar Cecep dalam Bimbingan Teknis Fasilitator BRUS Angkatan 1 dan 2 di Jakarta, Selasa (25/2/2025).
Cecep menjelaskan, remaja saat ini menghadapi berbagai tantangan, mulai dari pergaulan, pendidikan, hingga isu psikologis yang memengaruhi pemahaman mereka tentang nilai-nilai agama dan kehidupan sosial, termasuk pernikahan dini.
Sebagai bagian dari upaya membentuk generasi muda yang berakhlak baik, program BRUS tidak hanya berfokus pada ceramah agama, tetapi juga menerapkan metode bimbingan yang lebih interaktif dan berbasis diskusi. Fasilitator didorong untuk memanfaatkan platform digital sebagai media dakwah dan edukasi agar pesan keagamaan lebih menarik bagi remaja.
Dengan pemahaman yang baik tentang kebutuhan remaja saat ini, Cecep berharap para penghulu dan penyuluh agama dapat menjadi mentor yang relevan dan inspiratif. "Melalui BRUS, kita ingin menciptakan lingkungan yang mendukung perkembangan karakter remaja agar mereka tumbuh menjadi individu berakhlak baik, cerdas, dan siap menghadapi masa depan dengan nilai-nilai keislaman yang kuat," jelasnya.
Ia juga menekankan pentingnya sinergi dengan sekolah, keluarga, dan komunitas remaja demi menciptakan ekosistem pembinaan yang lebih efektif. Dengan pendekatan kolaboratif, remaja diharapkan tidak hanya memiliki pemahaman agama yang kuat, tetapi juga mendapat dukungan moral dan sosial untuk menghadapi tantangan kehidupan di era digital dengan lebih bijak.
Msk/Mr



