Jakarta, Bimas Islam -- Fatma Utami Jauharoh, salah satu nominator PAI Award 2023 pada kategori Metode Penyuluhan Baru dari Kementerian Agama Kabupaten Bone memiliki segudang prestasi.
Fatma dinobatkan menjadi Agent of Change Penyuluh Agama Islam Kabupaten Bone, Tim Inti Pelaksana Program KUA Revitalisasi KUA Tanete Riattang, dan berhasil membawa KUA Tanete menjadi KUA Revitalisasi Terbaik Tingkat Provinsi dengan inovasi layanan digital dan advokasi kelompok rentas/masyarakat adat. Ia juga dipercaya menjadi Co. Fasilitator Spark (Seleksi Penyuluh Agama Resolusi Konflik).
Raihan prestasi tersebut tidak terlepas dari keahlian yang ia miliki, yaitu andal sebagai fasilitator, riset dan advokasi, media dan kampanye, serta bimbingan kepenyuluhan.
Fokus pada isu-isu keagamaan, Fatma telah melakukan berbagai riset moderasi beragama, advokasi dan konsultasi keagamaan, pendampingan kelompok minoritas agama atau kepercayaan, kampanye perdamaian, serta isu keberagaman melalui radio dan media sosial.
Hal itu, kata Fatma, merupakan bentuk usaha dan dedikasinya sebagai PAI dalam mengabdi kepada masyarakat dan negara.
"Saya bersyukur atas apa yang saya perjuangkan, semuanya
dedikasikan untuk kemaslahatan umat dan negara," tuturnya, Jumat (4/8/2023) kepada wartawan Bimas Islam.
Selain Fatma, terdapat sembilan PAI lain yang juga menjadi nominator dalam kategori Metode Penyuluhan Baru. Mereka berasal dari Jawa Barat, Gorontalo, Aceh, DKI Jakarta, Jawa Timur, dan Sumatra Barat.
PAI Award 2023 akan digelar pada 7-10 Agustus 2023 di Jakarta.
Msk/Mr



