Depok, Bimas Islam --- Festival Seni Ramadan (FSR) Tahun 2021 secara resmi dibuka. Pembukaan dilakukan oleh Dirjen Bimas Islam, Kamaruddin Amin yang mewakili Menteri Agama, Yaqut Cholil Qoumas.
Dalam sambutannya, Dirjen menyebutkan, seni dan budaya yang dijadikan sebagai sarana dakwah membuat Islam diterima dengan penuh suka cita oleh masyarakat Nusantara.
"Bagi umat Islam Nusantara, seni dan budaya tidak saja menjadi sarana mensyiarkan dan mengajarkan Islam, tetapi juga untuk melembutkan dan menghidupkan hati agar agama benar-benar bisa mewujud dalam akhlakul karimah dan sikap yang arif," ungkap Dirjen di Makara Art Center Universitas Indonesia (UI), Depok, Selasa (27/4/21).
Sikap yang arif ini, tambah Dirjen, diwujudkan dalam kehidupan keseharian sehingga seseorang akan menghargai perbedaan dan moderat dalam menjalani kehidupan berbangsa dan beragama.
"Tanpa sentuhan seni budaya, hati seseorang menjadi keras dan beku sehingga jiwanya menjadi sakit, sebagaimana dinyatakan Imam Ghazali bahwa orang yang jiwanya tak bergerak oleh semilir angin, bunga-bunga dan suara seruling musim semi, adalah dia yang kehilangan jiwanya yang sulit terobati," tambahnya.
FSR 2021 merupakan kerja sama antara Direktorat Penerangan Agama Islam (Penais) Kementerian Agama (Kemenag) dengan Universitas Indonesia. Hadir dalam pembukaan FSR 2021 ini, Rektor UI, Ari Kuncoro, Sekretaris Ditjen Bimas Islam, M. Fuad Nasar, Direktur Penais, Juraidi.
FSR 2021 dilangsungkan pada Selasa-Jumat, 27-30 April 2021 dengan sejumlah kegiatan seperti seminar, pagelaran musik dan sejumlah lomba tingkat nasional. FSR 2021 dilakukan dengan penerapan protokol kesehatan yang ketat.
(Pirman)
Sekretariat Ditjen Bimas Islam
Rakor Kemenko PMK: Wajib Halal Oktober 2026 Tetap Sesuai Jadwal
Jakarta, Bimas Islam — Implementasi Wajib Halal Oktober 2026 dipastikan tetap berjalan sesuai jadwal. Hal itu disepakati kementerian dan lembaga terkait…



