Kendari, Bimas Islam -- Kasubdit Bina Kelembagaan KUA Ditjen Bimas Islam, Wildan Hasan Syadzili mengapresiasi kinerja KUA. Hal ini disampaikan Wildan dalam Focus Group Discussion (FGD) Revitalisasi KUA Tingkat Sulawesi Tenggara (Sultra) di Kendari, Sabtu (28/5/22) lalu.
"Tuduhan gratifikasi sedemikian rupa, tetapi kepala dan staf KUA tetap bekerja. Kenyataannya, tuduhan gratifikasi yang kencang selama bertahun-tahun itu hanya piloting pemeriksaan di Jakarta. Sementara untuk wilayah-wilayah lain, tidak ditemukan kasus seperti itu," ungkap Wildan.
Dalam kegiatan yang dihadiri Kakanwil Kemenag Sultra, Zainal Mustamin dan Kabid Urais Binsyar, Jamaluddin, Wildan berpesan kepada kepala dan staf KUA untuk teguh menolak segala bentuk gratifikasi.
"KUA sudah bekerja dari jauh-jauh hari tanpa memikirkan apakah tunjangannya bisa dinaikkan atau tidak. Petugas KUA melaksanakan apa yang dituntut dan tidak memikirkan apa yang dijaminkan," tegasnya.
Hadir pula Analis Kebijakan pada Seksi Bina Kelembagaan Wilayah II, Hilda Inayah. Kegiatan diikuti 100 Kepala KUA se-Provinsi Sultra. Dalam sambutannya, Kabid Urais Binsyar Kanwil Kemenag Sultra, Jamaluddin menyatakan, FGD bertujuan mewujudkan layanan prima.
"Meningkatkan kualitas umat beragama, memperkuat peran KUA dalam mengelola kehidupan keberagamaan, memperkuat program dan layanan keagamaan, serta meningkatkan kapasitas kelembagaan KUA sebagai pusat layanan keagamaan," harap Jamaluddin.
(Pirman)
Sekretariat Ditjen Bimas Islam
Rakor Kemenko PMK: Wajib Halal Oktober 2026 Tetap Sesuai Jadwal
Jakarta, Bimas Islam — Implementasi Wajib Halal Oktober 2026 dipastikan tetap berjalan sesuai jadwal. Hal itu disepakati kementerian dan lembaga terkait…



