Jakarta, Bimas Islam -- Tradisi mudik adalah suatu tradisi dalam budaya Indonesia di mana orang-orang kembali ke kampung halaman mereka untuk merayakan Hari Idulfitri bersama keluarga dan teman-teman. Biasanya, tradisi mudik dilakukan pada saat menjelang HariIdulfitri, yakni satu atau dua hari sebelum hari raya.
Tradisi mudik di Indonesia biasanya dilakukan dengan menggunakan kendaraan pribadi seperti mobil atau sepeda motor, atau menggunakan transportasi umum seperti kereta api, bus, atau kapal laut. Selama periode mudik, lalu lintas di jalan raya biasanya sangat padat, dan banyak orang yang harus menghabiskan waktu berjam-jam atau bahkan berhari-hari di perjalanan untuk mencapai tujuan mereka.
Dalam Islam, menjaga kesehatan dan keselamatan diri sendiri dan orang lain merupakan salah satu tuntutan agama. Oleh karena itu, berikut adalah beberapa panduan mudik aman dan berkah dalam Islam:
Doa Sebelum Mudik
Sebelum berangkat mudik, sebaiknya kita selalu berdoa dan memohon perlindungan serta keselamatan dari Allah SWT. Sebab, hanya Dia yang dapat menjaga dan melindungi kita dalam perjalanan.
Dalam sebuah hadis disebutkan bahwa ketika seseorang sedang berstatus sebagai musafir, maka jika ia berdoa, doanya akan lebih diharapkan terkabulnya. Mungkin sebagian pembaca merasa takjub, mengapa seseorang yang sedang bepergian, ketika ia berdoa, maka kualitas doanya disamakan dengan orang yang terdzalimi dan juga disamakan dengan kasih orang tua pada anaknya.
ุซูููุงุซู ุฏูุนูููุงุชู ู
ูุณูุชูุฌูุงุจูุงุชู ููุง ุดูููู ูููููููู: ุฏูุนูููุฉู ุงููู
ูุธููููู
ูุ ููุฏูุนูููุฉู ุงููู
ูุณูุงููุฑูุ ููุฏูุนูููุฉู ุงููููุงููุฏู ุนูููู ููููุฏููู
Artinya: “Tiga do’a mustajab yang tidak diragukan lagi yaitu: do’a orang yang terzholimi, do’a seorang musafir, dan do’a orang tua pada anaknya.” (HR. Ahmad 12/479 no. 7510, At Tirmidzi 4/314 no. 1905, Ibnu Majah 2/1270 no. 3862.)
Adapun doa sebelum mudik sebagai berikut:
ุณูุจูุญูุงูู ุงูููุฐูู ุณูุฎููุฑู ููููุง ููุฐูุง ููู
ูุง ูููููุง ูููู ู
ูููุฑูููููู ููุฅููููุง ุฅูููู ุฑูุจููููุง ููู
ูููููููุจูููู ุงููููููู
ูู ุฅููููุง ููุณูุฃููููู ููู ุณูููุฑูููุง ููุฐูุง ุงููุจูุฑูู ููุงูุชููููููู ููู
ููู ุงููุนูู
ููู ู
ูุง ุชูุฑูุถูู ุงููููููู
ูู ููููููู ุนูููููููุง ุณูููุฑูููุง ููุฐูุง ููุงุทููู ุนููููุง ุจูุนูุฏููู ุงููููููู
ูู ุฃูููุชู ุงูุตููุงุญูุจู ููู ุงูุณููููุฑู ููุงููุฎููููููุฉู ููู ุงูุฃููููู ุงููููููู
ูู ุฅููููู ุฃูุนููุฐู ุจููู ู
ููู ููุนูุซูุงุกู ุงูุณููููุฑู ููููุขุจูุฉู ุงููู
ูููุธูุฑู ููุณููุกู ุงููู
ูููููููุจู ููู ุงููู
ูุงูู ููุงูุฃููููู
Subhanalladzi sakh-khoro lanaa hadza wa maa kunna lahu muqrinin. Wa inna ila robbina lamun-qolibuun. Allahumma innaa nas’aluka fii safarinaa hadza al birro wat taqwa wa minal ‘amali ma tardho.Allahumma hawwin ‘alainaa safaronaa hadza, wathwi ‘anna bu’dahu. Allahumma antash shoohibu fis safar, wal kholiifatu fil ahli. Allahumma inni a’udzubika min wa’tsaa-is safari wa ka-aabatil manzhori wa suu-il munqolabi fil maali wal ahli.
Artinya: “Mahasuci Allah yang telah menundukkan untuk kami kendaraan ini, padahal kami sebelumnya tidak mempunyai kemampuan untuk melakukannya, dan sesungguhnya hanya kepada Rabb kami, kami akan kembali. Ya Allah, sesungguhnya kami memohon kepada-Mu kebaikan, taqwa dan amal yang Engkau ridhai dalam perjalanan kami ini.
Ya Allah mudahkanlah perjalanan kami ini, dekatkanlah bagi kami jarak yang jauh. Ya Allah, Engkau adalah rekan dalam perjalanan dan pengganti di tengah keluarga. Ya Allah, sesungguhnya aku berlindung kepada-Mu dari kesukaran perjalanan, tempat kembali yang menyedihkan, dan pemandangan yang buruk pada harta dan keluarga”).
Ketentuan Salat orang Musafir
Di antara salat yang dianjurkan dalam Islam adalah melakukan salat sunnah safar, yaitu salat sunnah yang dilakukan ketika hendak melakukan perjalanan atau bepergian. Kesunnahan ini disebabkan kebiasaan Rasulullah yang tidak pernah meninggalkan sebuah tempat kecuali ia melakukan salat sunnah sebelum pergi, yaitu salat sunnah safar.
ู
ูุง ุฎูููููู ุฃูุญูุฏู ุนูููู ุฃููููููู ุฃูููุถููู ู
ููู ุฑูููุนูุชููููู ููุฑูููุนูููู
ูุง ุนูููุฏูููู
ู ุญูููู ููุฑููุฏู ุงูุณููููุฑู
Artinya, “Tidak ada sesuatu yang lebih utama untuk ditinggalkan seorang hamba bagi keluarganya, daripada dua rakaat yang dia kerjakan di tengah (tempat) mereka ketika hendak melakukan perjalanan.” (HR ath-Thabrani).
Tata Cara Salat Musafir
Berikut adalah tata cara salat yang harus dilakukan sebelum seseorang melakukan perjalanan sebagai musafir:
Pertama, Niat;
ุฃูุตููููู ุณููููุฉู ุงูุณููููุฑู ุฑูููุนูุชููููู ูููููฐูู ุชูุนูุงููู
Ushalliî sunnatas safari rak’ataini lillâhi ta’âla
Artinya, “Saya niat shalat sunnah perjalanan dua rakaat karena Allah ta’âla.”
Kedua, berdiri: Berdiri menghadap kiblat, menegakkan badan dengan tegak dan merapatkan kedua kaki;
Ketiga, Takbiratul Ihram;
Keempat, membaca Surat Al-Fatihah: Setelah takbiratul ihram, membaca surat Al-Fatihah sebagai bacaan wajib dalam salat;
Kelima, Rukuk: Setelah membaca Al-Fatihah, melakukan rukuk dengan membungkukkan badan dan meletakkan tangan di atas lutut, sambil mengucapkan "Subhaana rabbiyal 'adziim" (Maha suci Tuhan yang Maha Agung);
Keenam, I'tidal atau bangkit dari rukuk: Bangkit dari rukuk dan berdiri dengan tegak, sambil mengucapkan "Sami'allahu liman hamidah" (Allah Maha Mendengar orang yang memuji-Nya) dan "Rabbana wa lakal hamd" (Ya Tuhan kami, bagi-Mu segala puji);
Ketujuh, Sujud: Setelah bangkit dari rukuk, melakukan sujud dengan meletakkan kedua tangan di atas lantai dan meletakkan dahi dan hidung pada lantai, sambil mengucapkan "Subhaana rabbiyal a'la" (Maha suci Tuhan yang Maha Tinggi);
Kedelapan, duduk di antara dua sujud: Bangkit dari sujud dan duduk di antara dua sujud dengan duduk yang tegak;
Kesembilan, sujud kedua: Setelah duduk di antara dua sujud, melakukan sujud kedua seperti pada langkah ke-7;
Sepuluh, Tahiyat akhir: Setelah melakukan sujud kedua, duduk dengan posisi bertumpu pada kaki kiri dan menyentuh jari telunjuk kanan dengan jari tengah kiri dan mengucapkan;
Kesebelas, salam: Setelah tahiyat akhir, mengucapkan salam dengan memalingkan kepala ke arah kanan, dan mengucapkan "As-salamu 'alaikum wa rahmatullah" (salam sejahtera dan rahmat Allah), kemudian memalingkan kepala ke arah kiri dan mengucapkan "As-salamu 'alaikum wa rahmatullah”.
Jamak Shalat
Dalam ajaran Islam, seseorang yang berada dalam perjalanan yang jauh dan memenuhi syarat-syarat tertentu dapat memperoleh keringanan dalam melaksanakan ibadah salat. Keringanan hukum salat bagi orang yang musafir disebut sebagai "qashar" atau "jamak".
Jamak artinya menggabungkan, yaitu menggabungkan dua waktu shalat yang berbeda menjadi satu waktu salat. Misalnya, menggabungkan salat dzuhur dengan ashar atau isya dengan maghrib pada waktu yang sama, dengan melakukan masing-masing salat hanya dua rakaat.
Salat jamak dapat dilaksanakan dengan dua cara:
PertamaJamak Taqdim
Jamak yang didahulukan, yakni menjamak dua salat yang dilaksanakan pada waktu yang pertama.
Misalnya menjamak salat duhur dengan asar, dikerjakan pada waktu Zuhur (4 rakaat salat Zuhur dan 4 rakaat salat asar) atau menjamak salat magrib dengan ‘isya dilaksanakan pada waktu magrib (3 rakaat salat magrib dan 4 rakaat salat ‘isya).
Tata cara Salat Jamak Taqdim
1) Niat salat, misalnya Zuhur dengan jamak taqdim;
ุงูุตููููู ููุฑูุถู ุงูุธูููุฑู ุงูุฑูุจูุนู ุฑูููุนูุงุชู ุฌูู
ูุนูุง ุชูููุฏูููู
ูุง ู
ูุนู ุงูุนูุตูุฑู ููุฑูุถูุง ูููู ุชูุนูุงูู
“Saya niat shalat shalat duhur empat rakaat digabungkan dengan shalat asar dengan jamak takdim karena Allah Ta’ala”
2) Takbiratul ihram;
3) Shalat Zuhur empat rakaat seperti biasa;
4) Salam;
5) Berdiri lagi dan berniat shalat yang kedua (ashar). Berikut niatnya:
ุงูุตููููู ููุฑูุถู ุงูุนูุตูุฑู ุงูุฑูุจูุนู ุฑูููุนูุงุชู ุฌูู
ูุนูุง ุชูููุฏูููู
ูุง ู
ูุนู ุงูุธูููุฑู ููุฑูุถูุง ูููู ุชูุนูุงูู
“Saya niat shalat asar empat rakaat digabungkan dengan shalat duhur dengan jamak takdim karena Allah ta’ala.”
6) Takbiratul Ihram;
7) Shalat asar empat rakaat seperti biasa;
8) Salam.
Kedua Jamak Takhir
Sedangkan jamak takhir adalah menjamak salat yang dilaksanakan dalam waktu salat yang kedua. Salat zuhur dengan ashar dilaksanakan di dalam waktu ashar. Salat magrib dan isya dilaksanakan di dalam waktu isya.
Tata Cara Shalat Jamak Takhir
1) Niat, misalnya berniat jamak Zuhur dengan Ashar:
ุฃุตูู ูุฑุถ ุงูุธูุฑ ุฃุฑุจุน ุฑูุนุงุช ู
ุฌู
ูุนุง ุจุงูุนุตุฑ ุฌู
ุน ุชุฃุฎูุฑุงููู ุชุนุงูู
Ushalli fardu az zuhri arba’a rakaฤtin majลซa’n bil ‘asri jam’a takhir lillahi Taala
“Saya niat shalat fardlu zuhur empat rakaat di-jamak bersama ashar dengan jamak ta’khir karena Allah Ta’ala.”
2) Takbiratul ihram;
3) Shalat magrib tiga rakaat seperti biasa;
4) Salam;
5) Berdiri lagi dan berniat shalat yang kedua (‘isya).
Salat Qashar
Qashar artinya mempersingkat, yaitu mempersingkat jumlah rakaat salat yang biasa dilakukan di rumah menjadi setengahnya. Misalnya, salat lima waktu yang biasa dilakukan empat rakaat di rumah, maka ketika dalam perjalanan hanya dilakukan dua rakaat untuk salat dzuhur, ashar, dan isya.
Tata cara Shalat Qasar
Ambil contoh salat qasar duhur, dengan cara sebagai berikut:
1. Berniat shalat dengan cara qasar. Jika dilafalkan sebagai berikut:
ุฃูุตูููููู ููุฑูุถู ุงูุธููููุฑู ุฑูููุนูุชููููู ููุตูุฑูุง ููููู ุชูุนูุงููู
Ushalli Fardhu Az Zuhri Rakataini qasran lillahi Taa’la
“Saya niat salat zhuhur dua rakaat karena di-qashar, karena Allah ta’ala.”
2.Takbiratul ihrom;
3. Salat dua rakaat;
4. Salam.
Ketentuan Puasa Pemudik
Menurut Yusuf Qardhawi dalam kitab Taysir al-Fiqh fi Dhaw’i al-Qur’an wa as-Sunnah (Fiqh ash-Shiyam terjadi berbeda pendapat tentang lebih utama mana antara berpuasa atau berbuka bagi musafir di bulan Ramadan.
Pertama, Imam Abu Hanifah, Imam Malik, dan Imam asy-Syafi‘i berpendapat bahwa berpuasa lebih utama bagi musafir daripada berbuka. Dengan syarat apabila musafir tersebut mampu berpuasa meskipun dalam perjalanan dan puasa tersebut tidak memberikan kesukaran (masyaqqah) kepadanya.
Hal ini karena dahulu Rasulullah saw. berpuasa ketika perjalanan di bulan Ramadan. Perbuatan Rasulullah saw. ini menandakan keutamaan berpuasa atas berbuka dalam perjalanan. Sebab, terkadang orang sering lalai untuk mengganti puasanya tersebut. Sehingga dia masih belum bisa melunasi utang puasanya meskipun ajal sudah menjelang.
Kedua,Imam al-Auza‘i, Imam Ahmad bin Hanbal, dan Imam Ishaq berpendapat bahwa berbuka lebih utama bagi musafir daripada berpuasa. Hal ini karena mengamalkan rukhsah yangdiberikan oleh Allah. Sebab, Allah senang apabila seorang Muslim mengamalkan rukhsah tersebut.
Sebagian riwayat hadis menyebutkan: “wajib bagi kalian mengamalkan rukhsah yang telah diberikan Allah kepada kalian.” Dalam hal ini, Hamzah al-Aslami berkata: “barangsiapa berbuka (ketika perjalanan), maka hal itu lebih baik; dan barangsiapa ingin tetap berpuasa, maka hal itu tidaklah berdosa.”
Ketiga,Umar bin ‘Abdil Aziz, Mujahid, Qatadah, dan Ibn al-Mundzir berpendapat bahwa yang lebih utama di antara keduanya (berpuasa atau berbuka) adalah yang lebih ringan bagi si musafir. Artinya, kalau dia lebih ringan berpuasa meskipun dalam perjalanan, maka lebih utama berpuasa daripada berbuka. Sebaliknya, apabila dia lebih ringan berbuka, maka lebih utama berbuka daripada berpuasa.
Keempat,sebagian ulama berpendapat bahwa antara berpuasa dan berbuka bagi musafir di bulan Ramadan adalah sama saja. Sehingga musafir boleh memilih di antara keduanya, baik berbuka maupun tetap berpuasa. Pendapat ini diduga dari Imam Abu Daud dan Imam al-Hakim.
(Tim Layanan Syariah)
Sekretariat Ditjen Bimas Islam
Rakor Kemenko PMK: Wajib Halal Oktober 2026 Tetap Sesuai Jadwal
Jakarta, Bimas Islam โ Implementasi Wajib Halal Oktober 2026 dipastikan tetap berjalan sesuai jadwal. Hal itu disepakati kementerian dan lembaga terkaitโฆ



