Ciamis, Bimas Islam --- Dalam acara peresmian Kantor Urusan Agama (KUA), Wakil Gubernur Jawa Barat, Uu Ruzhanul Ulum menyinggung tentang pertumbuhan ekonomi syariah di Indonesia yang dinilai mempunyai sentimen positif di masyarakat.
Menanggapi hal tersebut, Direktur Jenderal (Dirjen) Bimas Islam, Kamarudin Amin menyepakati bahwa penguatan instrumen ekonomi syariah sudah mempunyai kemajuan yang cukup signifikan.
"Misalnya dari sisi kelembagaan, ada penggabungan tiga bank syariah. Ini sangat bagus sekali karena bisa menjadi instrumen untuk meningkatkan ekonomi syariah di Indonesia," ujar Kamarudin, Kamis (18/2).
Kamarudin menambahkan salah satu instrumen ekonomi syariah yang sedang mengalami peningkatan adalah dana sosial melalui zakat dan wakaf, terutama wakaf uang yang sedang digencarkan oleh pemerintah.
"Filantropi Islam ini mengalami kemajuan yang cukup penting, potensinya sangat luar biasa. Kami optimis peningkatan ekonomi syariah di Indonesia akan mengalami kemajuan yang besar, Insya Allah," imbuhnya.
Di masa pandemi Covid-19, pertumbuhan keuangan syariah justru meningkat dibandingkan pada tahun sebelumnya. Hal ini yang membuat pemerintah mulai menggalakkan ekonomi syariah karena mempunyai potensi yang cukup besar.
(Boy)
Editor: Sigit
Sekretariat Ditjen Bimas Islam
Kemenag-BI Gandeng Lembaga Filantropi Islam Perluas Wakaf Energi di Aceh Tamiang
Aceh Tamiang, Bimas Islam — Kementerian Agama dan Bank Indonesia (BI) menggandeng lembaga filantropi Islam dalam memperluas wakaf energi melalui pemasangan…



