Samarinda, Bimas Islam --- Penyalahgunaan narkoba di Indonesia kian memprihatinkan. Penyalahgunaan narkoba bahkan dilakukan di wilayah yang jauh dari pusat kota. Hal ini disebabkan karena minimnya informasi yang didapatkan masyarakat terkait bahayanya penyalahgunaan narkoba.
Fakta inilah yang membuat tiga generasi milenial di Kabupaten Paser, Provinsi Kalimantan Timur (Kaltim) membuat film pendek animasi islami berjudul Flashback. Film ini diikutkan dalam Kompetisi Film Pendek Animasi Islami yang diselenggarakan oleh Direktorat Penerangan Agama Islam Kemenag.
"Mengedukasi bahayanya narkoba kepada masyarakat melalui film animasi. Film animasi lebih disukai anak-anak muda," ungkap Sutradara Film Flashback, Apriyal Fakih saat ditemui di Samarinda, Senin (15/11/21).
Meski dibuat dalam waktu satu pekan, Flashback yang menceritakan tentang bahayanya narkoba ini berhasil menjadi juara 2 Kompetisi Film Pendek Animasi Islami Tingkat Provinsi Kaltim.
"Niatnya tidak hanya untuk menang, tetapi agar film yang kami buat ini bermanfaat untuk masyarakat luas," tambah pria yang aktif di dunia perfilman sejak masih menempuh pendidikan tinggi di Kota Malang, Jawa Timur ini.
Dalam membuat film ini, Apriyal melibatkan dua koleganya yang merupakan seniman dan pembuat konten digital. "Kami bertiga, ada Ahmad Fahsaupi dan Almira Jasmine," tambahnya.
Di tingkat Nasional, Flashback yang berdurasi 4 menit 9 detik ini berhasil mendapatkan Juara Harapan 2 setelah melalui penilaian oleh 10 juri.
"Bagi kami, membuat film tidak sekadar menghibur atau mencari keuntungan. Sebab semua proses dalam film ini akan dipertanggungjawabkan di akhirat," pungkas Apriyal filosofis.
(Pirman)
Sekretariat Ditjen Bimas Islam
Rakor Kemenko PMK: Wajib Halal Oktober 2026 Tetap Sesuai Jadwal
Jakarta, Bimas Islam — Implementasi Wajib Halal Oktober 2026 dipastikan tetap berjalan sesuai jadwal. Hal itu disepakati kementerian dan lembaga terkait…



