Bengkulu, Bimas Islam — Film "Hitam dan Putih" karya Nur Azizahtur Rahmah terpilih sebagai film terbaik dalam ajang Kompetisi Film Islami (KFI) 2024 tingkat Provinsi Bengkulu. Kompetisi ini digelar oleh Kementerian Agama di tingkat provinsi untuk memfasilitasi kreativitas anak muda dalam menyampaikan nilai-nilai Islam. Tahun ini, KFI mengusung tema “Nur” atau cahaya, sebagai simbol dari keindahan dan kemuliaan ajaran Islam.
Kasubdit Seni, Budaya, dan Siaran Keagamaan Islam, Ditjen Bimas Islam Kemenag, Wida Sukmawati menyampaikan, KFI adalah media penting untuk menanamkan nilai-nilai budaya luhur dan memperkuat pesan toleransi di kalangan generasi muda. “Kompetisi ini bukan sekadar perlombaan, tetapi ruang bagi generasi muda untuk mengekspresikan kreativitas dalam menyampaikan pesan-pesan kebaikan dan toleransi,” ujar Wida kepada wartawan, Senin (28/10/2024), mengulas acara penganugerahan KFI 2024 yang digelar di Asrama Haji Bengkulu pada Kamis (24/10).
Wida juga menyampaikan apresiasi terhadap pelaksanaan KFI di Provinsi Bengkulu yang dinilai sukses. Menurutnya, kualitas film yang dihasilkan peserta dan antusiasme tinggi para peserta menjadi indikator keberhasilan acara ini.
Kepala Kantor Wilayah Kemenag Bengkulu, Muhammad Abdu, mengungkapkan harapannya agar ajang KFI dapat meningkatkan minat generasi muda di Bengkulu untuk berdakwah melalui media film. “Generasi muslim saat ini perlu melek teknologi dan digital agar dapat menyampaikan nilai-nilai Islam yang moderat,” jelas Abdu.
Kabid Penais Zawa Kanwil Kemenag Provinsi Bengkulu, S Ibrahim menambahkan, tahun ini, sebanyak 58 film Islami turut berpartisipasi dalam kompetisi. Jumlah peserta yang meningkat setiap tahun menunjukkan minat masyarakat terhadap film sebagai media dakwah.
Dalam acara penganugerahan, hadir pula Kakanwil Kemenag Bengkulu, Muhammad Abdu, Kabid Penais Zawa Arsan S Ibrahim, dan jajaran dewan juri serta peserta KFI 2024. KFI 2024 memperebutkan hadiah dengan total puluhan juta rupiah. Berikut daftar juara: Juara I, "Hitam dan Putih" oleh Nur Azizahtur Rahmah; Juara II, "Irisan Hati Radja" oleh Assyifa Nadaul Mufidah dkk; Juara III, "Mencari Cahaya" oleh Faisal Inasri Hidayat.
Fn/Mr



