Mataram, Bimas Islam --- Kantor Wilayah (Kanwil) Kementerian Agama (Kemenag) Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) melaksanakan penjurian Lomba Film Pendek Animasi Islami Tingkat Provinsi. Penjurian dihadiri enam orang juri dari pusat dan daerah.
"Dakwah artinya mengajak atau menyeru. Karena mengajak, maka ajakannya harus menarik dan seauai dengan yang diajak. Jika ajakannya gak menarik maka sedikit kemungkinannya ajakan kita diikuti," ungkap Pranata Humas Kanwil Kemenag NTB, Saifunnasri saat membuka acara mewakili Kepala Bidang Bimas Islam Kanwil Kemenag NTB, Azharuddin di Mataram, Selasa (22/6/21).
Saifunnasri menambahkan, film animasi islami dinilai sebagai sarana dakwah yang efektif dan menarik bagi generasi milenial. Katanya, generasi milenial mudah menangkap pesan yang disampaikan melalui beragam perangkat teknologi.
"Menariknya dakwah sangat terkait erat dengan metode dakwah. Salah satu metode dakwah yang menarik melalui film animasi," ungkap Saifunnasri.
Menurut Saifunnasri, sudah saatnya para pelaku dakwah melakukan seruan kebaikan dengan menggunakan teknologi informasi disamping tetap melakukan dakwah secara konvensional berupa tatap muka.
Dalam penjurian Lomba Film Pendek Animasi Islami Tingkat Provinsi ditetapkan tiga pemenang yang akan maju ke tingkat nasional pada Agustus 2021 mendatang.
Juara 1: Lalu Mahyadi (Milenial Sadar Gaul),
Juara 2: Ghiyas Syafiq Fadilah (Halalin Aja Cinta Kita),
Juara 3: Agiatni Farizi (Milenial Sadar Kosmetik Halal).
(Pirman)
Sekretariat Ditjen Bimas Islam
Rakor Kemenko PMK: Wajib Halal Oktober 2026 Tetap Sesuai Jadwal
Jakarta, Bimas Islam — Implementasi Wajib Halal Oktober 2026 dipastikan tetap berjalan sesuai jadwal. Hal itu disepakati kementerian dan lembaga terkait…



