Jakarta, Bimas Islam --- Sebagai fondasi dari tatanan kehidupan sosial bermasyarakat, ketahanan keluarga merupakan elemen terpenting yang harus dijaga bersama, khususnya bagi umat Islam. Hal ini disampaikan oleh Sekretaris Ditjen Bimas Islam, M. Fuad Nasar saat dijumpai di Gedung Kementerian Agama, Jln MH Thamrin, Jakarta.
"Kebahagiaan dan kesejahteraan dalam keluarga itu menjadi modal yang sangat penting dalam berkehidupan sosial. Karena di dalam keluarga itu juga menyangkut sejumlah aspek-aspek kehidupan lainnya," terang Fuad pada Selasa (15/6).
Fuad menyampaikan, dalam pembinaan keluarga sakinah melingkupi aspek pendidikan akhlak dan budi pekerti, tanggung jawab dalam perkawinan, penumbuhan jiwa sosial pada anak, mengasah kecerdasan dan keterampilan, etos kerja, kemandirian, dan penanaman nilai-nilai hidup beragama yang dibutuhkan dalam kerangka pembangunan masyarakat yang berkeadaban.
"Ketahanan keluarga itu tidak hanya dinilai dalam ukuran angka perceraian, tapi juga harus dilihat bagaimana suami, istri, dan anak berada dalam situasi kondusif saat bersosialisasi," imbuhnya.
Fuad menambahkan, penguatan ketahanan keluarga harus didukung dengan dakwah dan literasi keagamaan yang lebih intensif. Terlebih, penyebab konflik rumah tangga dan perceraian saat ini memiliki dimensi yang lebih kompleks dibanding di masa lalu.
Kita tidak menginginkan masa depan bangsa ditopang oleh generasi yang bermental rapuh, tuna moral, rendah kepekaan sosial, dan tidak mampu menyelenggarakan kehidupan keluarga dengan baik," tutupnya.
(Boy)
Sekretariat Ditjen Bimas Islam
Kemenag: Sulsel Berpeluang Jadi Pusat Pengembangan Ekonomi Syariah di Wilayah Timur Indonesia
Makassar, Bimas Islam — Sulawesi Selatan berpeluang menjadi pusat pengembangan ekonomi dan keuangan syariah di wilayah timur Indonesia. Potensi tersebut…



