Bintan, Bimas Islam --- Hujan yang mengguyur Kecamatan Bintan Timur khususnya di daerah Kijang pada Rabu (10/11/21) tidak menyurutkan niat dan semangat para mualaf serta para pembina untuk menghadiri kegiatan pembinaan mualaf. Kegiatan bertempat di KUA Kecamatan Bintan Timur di bawah binaan Forum Komunikasi Penyuluh Agama Islam (FKPAI) Kecamatan Bintan Timur.
Pembina Mualaf Kecamatan Bintan Timur, Muhammad Abdul Qodir Harahap mengatakan, tujuan dilaksanakan pembinaan ini agar saudara seiman yang baru mampu membaca Al-Qur'an dan melaksanakan ibadah-ibadah fardhu 'ain, seperti berwudhu, mandi hadas dan ibadah salat dengan benar. Ia menambahkan, dalam program Bina Al-Qur’an para mualaf diajarkan pengenalan huruf-huruf Al-Qur’an dan cara membacanya melalui metode iqra'.
“Kita memadukan metode iqra dengan metode lainnya untuk memudahkan peserta menguasainya, dikarenakan perbedaan usia para peserta dalam memulai belajar ilmu Al-Qur’an ini,” ucap Ketua FKPAI Abdul Qodir yang sekaligus penanggung jawab pembinaan.
“Saya berharap kepada semua lapisan masyarakat agar bahu-membahu dalam melaksanakan kewajiban sesama umat Islam untuk membimbing saudara-saudara seiman kita yang baru ini dalam meningkatkan keilmuan dan ketakwaan mereka kepada Allah Swt, baik sumbangsih berupa tenaga, pemikiran, ilmu, maupun harta kita,” ungkapnya.
Pembinaan mualaf perdana ini dilaksanakan dalam kondisi intensitas hujan lebat sehingga hanya diikuti kurang lebih 12 orang mualaf dan para PAI sebagai pengajar yaitu; Herman Umar, Muhammad Abdul Qodir Harahap, Ahmad Zuhdi, dan Farida. Selain para penyuluh sebagai tenaga pendidik, hadir pula pendidik sukarela lainnya yaitu Sri yanti, Nurhayati dan Tamami yang merupakan warga sekitar.
Pada kesempatan itu, diberikan bantuan berupa buku iqra kepada para mualaf yang berasal dari donatur. Pembinaan mualaf ini rencananya akan dilaksanakan setiap hari Rabu pada jam yang sama sesuai kesepakatan.
Pada hari yang sama pula, Kepala KUA Kecamatan Bintan Timur, Zulfahri, membimbing dan menuntun pembacaan ikrar masuk Islam dan pembacaan dua kalimat syahadat kepada 3 orang mualaf. Saat itu Zulfahri menyampaikan, syahadat adalah pondasi akidah bagi seorang muslim yang harus dirawat dan dijaga. Ia juga berpesan agar mualaf yang baru mengikrarkan keislamannya dapat mengikuti pembinaan mualaf yang dilakukan di KUA Bintan Timur.
(Kemenag Bintan)
Sekretariat Ditjen Bimas Islam
Rakor Kemenko PMK: Wajib Halal Oktober 2026 Tetap Sesuai Jadwal
Jakarta, Bimas Islam — Implementasi Wajib Halal Oktober 2026 dipastikan tetap berjalan sesuai jadwal. Hal itu disepakati kementerian dan lembaga terkait…



