Samarinda, Bimas Islam -- Kakanwil Kemenag Kaltim, Abdul Khaliq mengatakan, kolaborasi antara Kemenag Kaltim, BAZNAS Kaltim, dan LAZ (Lembaga Amil Zakat) perlu dirawat dan ditingkatkan demi optimalisasi dan sinergi kelembagaan serta partisipasi dana sosial, zakat, infak, dan sedekah untuk program kemaslahatan umat.
Hal tersebut disampaikannya pada kegiatan penyaluran zakat dan bantuan berupa 110 paket sembako dan uang tunai kepada mustahik di Aula Toleransi Kanwil Kemenag Kaltim, Selasa (11/4/2023).
“Jika masyarakat sudah percaya dan merasa aman menitipkan zakat di tempat kita, maka potensi zakat bisa ditingkatkan. Dan, jika pada kegiatan ini dibagikan 110 paket, maka tahun depan kita targetkan 1.000 paket bantuan,” papar Abdul Khaliq.
Semua paket sembako berasal dari bantuan 11 LAZ Kaltim di antaranya, DPU Samarinda, LAZIZMU, LAZISNU, WIZ, Sahabat Yatim, Perwakilan BMH, Dompet Dhuafa, Rumah Zakat, IZI Perwakilan, Yatim Mandiri, dan Nurul Hayat. Abdul Khaliq meminta kepada LAZ agar bertanggung jawab dalam mengelola zakat, infak, dan sedekah, mulai dari proses pengumpulan, sampai pada tahap penyaluran kepada mustahik.
Ia menambahkan, kegiatan kolaborasi ini terus dilaksanakan dan diusahakan terekspos media, agar masyarakat dan pemerintah daerah bisa menaruh kepercayaan hingga tumbuh kesadaran untuk berzakat, berinfak, dan bersedekah di lembaga zakat resmi.
Kabid Bimas Islam Kemenag Kaltim, Muhammad Isnaini selaku panitia kegiatan menyampaikan, mustahik yang menerima paket terdiri dari unsur pensiunan, tenaga honorer, fakir miskin, dan janda. Sebanyak 110 paket berupa barang senilai Rp250.000 dan nominal uang sebesar Rp400.000.
Terakhir, ketua BAZNAS Kaltim, Ahmad Nabhan menjelaskan, potensi zakat di Provinsi Kalimantan Timur bisa mencapai angka 6 Triliun. Ia mengharapkan agar BAZNAS dan semua LAZ berkomitmen dan berkolaborasi dengan Kemenag Kaltim untuk meningkatkan pengelolaan zakat demi kemaslahatan umat.
Wcp/Mr



