Jakarta, Bimas Islam --- Direktorat Pemberdayaan Zakat dan Wakaf Kemenag menggelar Focus Group Discussion (FGD) Penyusunan Modul KUA Percontohan Ekonomi Umat bersama pengurus BAZNAS dan LAZ di Kemayoran, Jakarta.
Kasubdit Edukasi, Inovasi, dan Kerja Sama Zakat dan Wakaf Direktorat Pemberdayaan Zakat dan Wakaf, Wida Sukmawati mengungkapkan, kegiatan ini membahas penyusunan modul untuk menjadi dasar penerapan program pemberdayaan ekonomi umat.
"Ada modul perencanaan bisnis, kewirausahaan, dan manajemen laporan keuangan. Lalu tahun ini ditambah satu modul lagi yakni tentang teknik pendampingan," terang Wida, Selasa (8/3/2022).
Wida menjelaskan, penambahan modul teknik pendampingan untuk memberikan arahan kepada para pendamping, baik LAZ maupun Penyuluh di KUA. Pendampingan bertujuan memudahkan pencapaian indikator keberhasilan penerima manfaat.
"Ada empat indikator keberhasilan yang diukur, yakni kas keuangan positif, peningkatan aset usaha, bertambahnya penghasilan, dan peningkatan kualitas keluarga," imbuhnya.
Wida mengaku optimis, jika program pemberdayaan ekonomi umat ini dapat tercapai dengan baik dan tepat sasaran, maka akan membantu pemerintah dalam penanggulangan kemiskinan.
(Boy)
Sekretariat Ditjen Bimas Islam
Rakor Kemenko PMK: Wajib Halal Oktober 2026 Tetap Sesuai Jadwal
Jakarta, Bimas Islam — Implementasi Wajib Halal Oktober 2026 dipastikan tetap berjalan sesuai jadwal. Hal itu disepakati kementerian dan lembaga terkait…



