Jakarta, Bimas Islam -- Direktorat Urusan Agama Islam dan Bina Syariah Kementerian Agama (Kemenag) menggelar Bimbingan Teknis (Bimtek) Pemulasaraan Jenazah di Jakarta, Kamis (19/6/2025). Kegiatan itu diikuti 50 peserta dari jajaran Dharma Wanita Persatuan (DWP) Kemenag, unit eselon I, serta pelaksana teknis di lingkungan Direktorat Jenderal Bimbingan Masyarakat Islam (Ditjen Bimas Islam).
Ketua DWP Kemenag, Sinarliati Kamaruddin Amin, bersama Ketua DWP Ditjen Bimas Islam, Faizah Abu Rokhmad, turut hadir dalam Bimtek tersebut. Kegiatan itu menjadi bertujuan untuk mewujudkan layanan keagamaan berdampak di tengah masyarakat.
Dirjen Bimas Islam, Abu Rokhmad, mengatakan, keterampilan pemulasaraan jenazah merupakan ilmu yang kian jarang diminati, terutama oleh generasi muda. Padahal, imbuhnya, pengetahuan ini sangat penting dan tidak boleh ditinggalkan.
Abu mencontohkan pengalamannya di Kota Semarang. Ketika seorang tetangganya yang biasa mengurus jenazah wafat pada hari kerja, keluarga yang berduka di daerah tersebut terpaksa memanggil orang dari luar untuk membantu proses pemulasaraan jenazah.
“Terlebih lagi, masyarakat juga kerap menganggap layanan keagamaan yang berdampak hanya terbatas pada pengajian besar dengan hadirnya penceramah ternama. Padahal, hal sederhana seperti pemulasaraan jenazah memiliki pengaruh yang sangat besar dalam kehidupan bermasyarakat,” ujarnya.
Sementara itu, Direktur Urusan Agama Islam dan Bina Syariah, Arsad Hidayat, menjelaskan, pemulasaraan jenazah harus dilakukan dengan penuh penghormatan dan kehati-hatian. Proses ini bertujuan menjaga keutuhan jasad sekaligus memberikan penghormatan terakhir sesuai syariat Islam.
Dalam ajaran Islam, imbuh Arsad, pemulasaraan jenazah merupakan kewajiban bersama atau fardu kifayah. Jika tidak ada satu orang pun yang melaksanakannya, maka semua orang di sekitarnya turut menanggung dosa.
Meski tampak sederhana, pemulasaraan jenazah tidak dapat dilakukan oleh sembarang orang. Proses ini memerlukan ketelitian dan empati agar tidak menimbulkan luka batin bagi keluarga yang ditinggalkan. “Di era modern saat ini, jumlah relawan atau praktisi yang mampu melaksanakan tugas ini pun semakin sedikit,” ungkapnya.
Melihat kondisi demikian, Kemenag terus berupaya menghadirkan layanan yang berdampak di tengah masyarakat, salah satunya mencetak praktisi andal di bidang pemulasaraan jenazah melalui kegiatan Bimtek.
”Kami berharap semakin banyak tenaga terlatih yang siap menjalankan tugas mulia, demi menjaga nilai-nilai keagamaan dan sosial di tengah dinamika masyarakat yang terus berkembang,” pungkas Arsad.
Wcp/Mr



