Jakarta, Bimas Islam --- Direktorat Pemberdayaan Zakat dan Wakaf (Ditzawa) Kemenag bersama Daarut Tauhid (DT) Peduli menggelar kegiatan bertajuk Difabel Bisa Berkarya. Kegiatan ini diikuti sebanyak 30 peserta dari beberapa komunitas difabel di Jakarta, Rabu (29/6/2022).
Kasubdit Kelembagaan dan Informasi Zakat dan Wakaf Ditzawa, Andi Yasri menjelaskan, kegiatan ini merupakan bentuk kehadiran negara dalam upaya memenuhi hak-hak kaum difabel dengan memberikan pembinaan dan pelatihan keterampilan.
"Karena kita juga akan tiba saatnya menjadi lemah saat menghadapi masa tua. Pada saat itu, kita tidak mampu beraktivitas dengan mengandalkan kekuatan diri sendiri," ujar Andi.
Andi menjelaskan, salah satu program pemberdayaan umat melalui optimalisasi dana zakat, yakni bertujuan untuk perbaikan di sektor kesehatan, baik terhadap kaum duafa maupun difabel.
"Kita ingin dana zakat yang telah dikumpulkan melalui BAZNAS maupun LAZ agar dapat mengangkat harkat dan martabat dari kaum difabel," lanjutnya.
Andi berharap, setelah mengikuti kegiatan ini, para peserta mempunyai motivasi untuk dapat terus berkarya di tengah keterbatasan mereka. Kaum difabel, lanjutnya, akan dibimbing secara berkelanjutan dalam upaya pemberdayaan umat.
"Harapan kami, program ini tidak hanya berhenti sampai di sini, namun terus berkelanjutan dan berkolaborasi dengan pihak-pihak lainnya," pungkasnya.
(Boy)
Sekretariat Ditjen Bimas Islam
Kemenag Tuntaskan Persoalan Ruislag Tanah Wakaf Terdampak Tol dan Normalisasi Sungai di Semarang
Semarang, Bimas Islam — Kementerian Agama membenahi persoalan tukar-menukar (ruislag) tanah wakaf yang terdampak pembangunan Jalan Tol Semarang–Batang dan…



