Jakarta, Bimas Islam --- Direktur Jenderal Bimbingan Masyarakat Islam Kamaruddin Amin menerima kunjungan Sekretaris Jenderal International Islamic Fiqih Academy (IIFA) atau Sekjen Komite Fiqih Islam OKI Koutoub Moustapha Sano di Kantor Kementerian Agama, Jl. MH. Thamrin, Jakarta Pusat, Jumat (11/6).
Pertemuan itu dalam rangka menandatangani Memorandum of Understanding (MoU) Kementerian Agama dengan International Islamic Fiqih Academy (IIFA) tentang kerja sama pelatihan manajemen fatwa isu keislaman dunia.
Kamaruddin mengatakan, salah satu yang paling beragam di Indonesia, selain agama, ialah budaya, etnis, bahasa, dan lainnya.
“Untuk memanajemeni keragaman ini, dan saya pikir IIFA sudah diakui, baik secara global maupun internasional sebagai institusi yang dapat memberikan masukan dan menjalin kerja sama. Maka kami sangat berterima kasih kepada IIFA pada pertemuan pagi ini,” ujar Kamaruddin.
Sebaliknya, Sekjen IIFA Koutoub Moustapha Sano mengatakan, Indonesia adalah negara yang sangat penting bagi IIFA, oleh karena itu pihaknya akan memulai kemitraan atau hubungan baru dengan Kementerian Agama.
“Karena kita tahu, Indonesia adalah negara yang sangat penting bagi kami untuk IIFA. Jadi kita perlu memastikan bahwa pertemuan ini akan membantu kita membuat kerangka komunikasi untuk diskusi terkait isu-isu keislaman,” katanya.
Koutoub Moustapha Sano mengungkapkan, untuk mewadahi diskusi itu, kedepannya akan dilakukan konferensi bersama, seminar internasional, dan pelatihan manajemen fatwa isu keislaman dunia.
“Saya sangat berharap, pada pertemuan ini dapat mempererat hubungan kerja sama, dan kita tahu Kementerian Agama sangat progresif dan sangat dinamis, maka saya yakin Indonesia dapat ditampilkan sebagai model yang baik untuk semua kemitraan di dunia muslim,” ungkapnya.
Selain itu, pada konferensi atau seminar nanti, Sano mengatakan akan mengajak para cendekiawan, khususnya di Indonesia untuk berpartisipasi, dan mengurai masalah apa pun yang terkait dengan agama, isu keislaman, atau keberagaman.
Dalam pertemuan yang menggunakan bahasa Inggris itu, turut hadir Sekretaris Ditjen Bimas Islam M. Fuad Nasar, Direktur Urusan Agama Islam dan Pembinaan Syariah Agus Salim, Direktur Pemberdayaan Zakat dan Wakaf Tarmizi Tohor, Direktur Penerangan Agama Islam Syamsul Bahri, dan Plt Direktur Bina KUA dan Keluarga Sakinah Adib Machrus.
(Anty)
Sekretariat Ditjen Bimas Islam
Rakor Kemenko PMK: Wajib Halal Oktober 2026 Tetap Sesuai Jadwal
Jakarta, Bimas Islam — Implementasi Wajib Halal Oktober 2026 dipastikan tetap berjalan sesuai jadwal. Hal itu disepakati kementerian dan lembaga terkait…



