Bandung, Bimas Islam -- Kementerian Agama (Kemenag) bersama peserta Dialog Pemuda Lintas Paham Keagamaan Islam menciptakan lagu berjudul Merajut Harmoni. Lagu ini mencerminkan semangat persatuan dan menjadi simbol kolaborasi lintas paham keagamaan Islam.
Direktur Urusan Agama Islam dan Pembinaan Syariah, Adib, menyampaikan apresiasinya terhadap karya ini. "Saya sangat berbahagia malam ini. Selain mendapat masukan cemerlang dari para pemuda yang menjadi garda terdepan bangsa, kita juga bersama-sama menciptakan lagu Merajut Harmoni, sebuah lagu yang sangat powerful," ujar Adib dalam kegiatan yang digelar di Bandung, Kamis (5/8/2024).
Lagu Merajut Harmoni diciptakan dengan partisipasi seluruh peserta dialog. Setelah memilih frasa Merajut Harmoni, peserta menyumbangkan kata atau kalimat yang kemudian dirangkai menjadi lirik. Melodi dan aransemen musik digarap oleh dua peserta dari Komunitas Musisi Mengaji (Komuji). Tema lagu ini menonjolkan persatuan dan harmoni dalam keberagaman.
Adib menegaskan pentingnya peran pemuda dalam menciptakan karya seni yang bermakna dan menyatukan. "Lagu ini menjadi kenang-kenangan bagi kita semua, dan kami berharap lagu ini dapat menginspirasi teman-teman di seluruh Indonesia untuk terus merajut harmoni dalam kebersamaan," ujarnya.
Meskipun hasilnya memuaskan, Adib menilai lagu tersebut perlu direkam ulang dengan kualitas lebih baik. "Sebenarnya, saya belum puas. Lagu tadi perlu direkam lagi secara baik, seperti di dapur rekaman," katanya.
Adib juga menyoroti peran Komuji yang berhasil meramu musik yang tidak hanya indah, tetapi juga penuh makna. Ia berharap acara seperti ini bisa terus mendorong dialog dan pengertian untuk merajut harmoni setiap hari.
Lirik lagu Merajut Harmoni
Kita berbeda tak pernah sama
Kemboja mekar melati pun layu
Cipta harmoni dengan kolaborasi
Intim dan berbunga
Benang-benang kasih
Dalam kehidupan
Berdampingan penuh kesalingan
Bersama kita rukun
Bersama kita
Menjadi rumah, menjadi lentera
Untuk nusa dan bangsa
Fn/Mr



