Samarinda, Bimas Islam --- Gelar Bimbingan Teknis (Bimtek) Dakwah Khusus, Subdit Dakwah dan Hari Besar Islam (HBI) Direktorat Penerangan Agama Islam Kementerian Agama (Kemenag) menargetkan lahir para pendakwah yang cakap secara digital.
Hal itu disampaikan Kepala Subdit Dakwah dan HBI, Lubenah pada acara pembukaan Bimtek Dakwah Khusus di Kota Samarinda, Kalimantan Timur, Kamis (16/6/22).
“Bimtek kali ini kami menggandeng perusahaan aplikasi (Startup) Muslimlife untuk memberi pelatihan konten-konten keagamaan berbasis platform digital,” ujar Lubenah.
Dikatakannya, materi-materi yang akan dipandu langsung dari tim Muslimlife itu berfokus pada pemanfaatan internet, coding class, membuat konten positif di media sosial, hingga praktik merancang kegiatan berbasis digital.
Menurutnya, kecakapan digital seperti itu sangat diperlukan untuk menghadapi tantangan dan dinamika dakwah ke depannya.
“Tantangan dan dinamika yang dihadapi pendakwah saat ini semakin luas, sehingga perlu treatment khusus dan terobosan dalam menyebarkan Islam rahmatan lil ‘alamin,” ujarnya.
Lubenah menambahkan, konten dakwah yang yang dihadirkan secara digital harus merujuk pada Al-Quran dan hadis, serta literatur ulama-ulama terdahulu.
“Pesan-pesan dakwah yang disampaikan harus dengan cara yang arif dan bijaksana. Tidak dengan menghina atau bahkan mengajak pada kekerasan,” ujarnya.
Di depan 65 peserta dari unsur Penyuluh Agama Islam, UIN Sultan Aji Muhammad Idris Samarinda, MUI Samarinda, dan perwakilan dari Ormas Islam itu, Lubenah berharap semua peserta bisa menjadi pendakwah yang mampu beradaptasi dan berinovasi secara digital.
(Anty)
Sekretariat Ditjen Bimas Islam
Rakor Kemenko PMK: Wajib Halal Oktober 2026 Tetap Sesuai Jadwal
Jakarta, Bimas Islam — Implementasi Wajib Halal Oktober 2026 dipastikan tetap berjalan sesuai jadwal. Hal itu disepakati kementerian dan lembaga terkait…



