Jakarta, Bimas Islam -- Narasumber Gerakan Pembinaan Penyiaran Islam Masa Kini (Gebyar Imani) Ditjen Bimas Islam Seri 3, Sigit Kamseno mengajak penyiar agama Islam untuk terus memproduksi konten yang meneduhkan. Katanya, konten meneduhkan merupakan penguat moderasi beragama .
"Saya mengajak seluruh peserta untuk semakin inovatif dalam mengisi kebaikan di ruang digital. Produksi sebanyak mungkin konten yang meneduhkan dan menguatkan moderasi beragama di Tanah Air," ungkap Sigit dalam kegiatan yang ditayangkan di kanal Youtube PKPAI Official, Jumat (25/3/22).
Pranata Humas Ahli Muda Ditjen Bimas Islam ini menambahkan, konten kebaikan yang meneduhkan dibutuhkan untuk merespons pergeseran tren yang terjadi pada kalangan milenial. Katanya, pergeseran tren ini menjadi tantangan bagi para pembuat konten.
"Ada tren pergeseran anak milenial, gen Y, dan Z dalam menuntut ilmu agama. Semula dari majelis taklim dan majelis luring lain, kini bergeser menuju media digital di berbagai platform seperti Instagram, Facebook, Youtube, Twitter, dan lainnya. Fenomena ini menjadi tantangan bagi kita untuk terus memproduksi konten kebaikan," terangnya.
Terkait konten di berbagai platform, Sigit mengajak peserta pembinaan untuk terus meningkatkan kompetensi. Ia menyebut empat kompetensi yang sebaiknya dimiliki para pembuat konten.
"Mereka yang memilih menjadi Content Creator harus terus meningkatkan kompetensi di bidang teks, visual, audio, dan audio visual," pungkasnya dalam pembinaan bertema Creative Content Creator ini.
Sebagai informasi, Gebyar Imani merupakan kegiatan rutin yang dilaksanakan Subdit Seni, Budaya, dan Siaran Keagamaan Islam Direktorat Penerangan Agama Islam Ditjen Bimas Islam Kemenag. Selain Sigit, hadir sebagai narasumber dalam Gebyar Imani Seri 3 ini, Abdan Al-Khairat. Abdan merupakan Content Creator, Profesional MC, dan VO Artist.
(Pirman)



