Kecamatan Panti, Bimas Islam --- Pembangunan Gedung Balai Nikah dan Manasik Haji Kantor Urusan Agama (KUA) menggunakan dana Surat Berharga Syariah Negara (SBSN) di Kecamatan Panti, Pasaman, Sumatera Barat, akan segera dilakukan.
Pembangunan gedung tersebut berdasarkan keputusan Direktur Jenderal Bimbingan Masyarakat Islam Nomor 759 Tahun 2020 yang telah menetapkan Kabupaten Pasaman menjadi salah satu penerima anggaran untuk pembangunan Gedung Balai Nikah dan Manasik Haji KUA.
“Kecamatan Panti telah ditetapkan untuk pembangunan Gedung Balai Nikah dan Manasik Haji KUA,” kata Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Pasaman Dedi Wandra dalam kegiatan sosialisasi yang berlangsung di Kantor Kerapatan Adat Nagari (KAN) Panti, Selasa (2/3).
Dedi menerangkan, pembangunan Gedung Balai Nikah dan Manasik Haji diatur berdasarkan Keputusan Direktur Jenderal Bimbingan Masyarakat Islam Nomor 61 tahun 2021 mengenai petunjuk pelaksanaan pembangunan gedung Balai Nikah dan Manasik Haji melalui pembiayaan SBSN.
“Model gedungnya adalah satu lantai dengan ukuran 20 x 10 = 200 meter persegi tidak bertingkat karena luas tanah lebih dari 400 meter persegi, yaitu 652 meter persegi,” ujarnya.
Lebih lanjut, Dedi yang hadir bersama tim pembangunan menjelaskan dampak positif dari pembangunan gedung nantinya yang tidak hanya sebagai upaya peningkatan mutu pelayanan Kementerian Agama juga bermanfaat untuk masyarakat Kecamatan Panti.
“Dalam proses pembangunan, penting adanya keterlibatan atau peranan unsur masyarakat dalam memberikan pengawasan dan pengamanan, sehingga merasakan gedung tersebut bukan hanya milik Kemenag namun juga masyarakat,” tuturnya.
Di sisi lain, Dedi Wandra mengingatkan KUA Kecamatan mempunyai tugas melaksanakan layanan dan bimbingan masyarakat Islam di wilayah kerjanya. Citra baik pelayanan KUA pada masyarakat, menjadi cerminan citra baik layanan yang dilakukan oleh Kementerian Agama.
(Rendi)
Sekretariat Ditjen Bimas Islam
Penjelasan Kemenag tentang Program Wakaf Saham Masjid Istiqlal
Jakarta, Bimas Islam --- Penyataan Menteri Agama Nasaruddin Umar terkait Masjid Istiqlal, Wakaf Tunai, dan Bursa Efek Indonesia mendapat perhatian yang luas…



