Jakarta, Bimas Islam — Direktorat Penerangan Agama Islam, Direktorat Jenderal Bimbingan Masyarakat Islam Kementerian Agama menggelar Anugerah Syiar Ramadan 2025. Ajang tahunan ini menjadi wadah apresiasi bagi program siaran keagamaan terbaik selama bulan suci Ramadan, sekaligus mendorong transformasi media dakwah di era digital.
Bekerja sama dengan Komisi Penyiaran Indonesia (KPI) dan Majelis Ulama Indonesia (MUI), penghargaan ini menobatkan program-program unggulan dari berbagai stasiun televisi dan radio. Anugerah tersebut tidak hanya mengedepankan aspek teknis, tetapi juga substansi pesan keagamaan yang disampaikan.
“Kami menilai bukan hanya dari segi teknis produksi, tapi juga nilai substansi dakwahnya. Bagaimana pesan keagamaan itu ditransformasikan dengan cara yang bijak, merangkul semua kalangan, serta tetap relevan dengan konteks kekinian,” ujar Kepala Subdirektorat Seni, Budaya, dan Siaran Keagamaan Islam, Wida Sukmawati di Jakarta, Selasa (27/5/2025).
Wida menjelaskan, proses kurasi dilakukan secara ketat oleh dewan juri lintas disiplin. Penilaian mencakup aspek estetika visual, kekuatan narasi, integritas pesan, akurasi ajaran, dan sensitivitas terhadap keberagaman masyarakat Indonesia.
Tahun ini, penghargaan diberikan dalam berbagai kategori, antara lain program dakwah terbaik, ceramah Ramadan inspiratif, sinetron religi, dokumenter Islami, program anak-anak, serta Dai Wilayah 3T Inspiratif. Selain itu, terdapat kategori baru, yaitu Moderat Milenial Agent Inspiratif.
“Keberhasilan tahun ini tidak lepas dari sinergi antara regulator, pelaku industri penyiaran, dan masyarakat sipil. Ada kesadaran kolektif untuk memproduksi konten keagamaan yang bukan hanya menjual sensasi, tetapi membawa misi edukasi, pencerahan, dan penyejuk hati,” pungkas Wida.
Fn/Mr



