Cirebon, Bimas Islam --- Direktur Urusan Agama Islam dan Pembinaan Syariah (Urais dan Binsyar) Kementerian Agama, Adib menyampaikan bahwa ilmu Falak merupakan ilmu tertua yang ada di muka bumi.
"Ilmu Falak ini adalah ilmu tertua di dunia. Misalnya seperti simbol sains, itu ilmu-ilmu Falak dan astronomi," ujarnya saat memberikan sambutan pada acara Bimbingan Teknis (Bimtek) Hisab Rukyat Tahun 2022 di Kota Cirebon, Jawa Barat, Kamis (19/5/22) malam.
Hal demikian ditandai dengan pengiriman astronot ke bulan dari negara-negara maju, seperti Uni Soviet dan Amerika Serikat pada zaman dahulu. Sekarang, astronot tidak lagi dikirim ke bulan, melainkan ke Mars.
Dalam hal itu, Adib mengutip ayat Al-Qur'an Surat Ar-Rahman ayat 33, "Wahai golongan jin dan manusia! Jika kamu sanggup menembus (melintasi) penjuru langit dan bumi, maka tembuslah. Kamu tidak akan mampu menembusnya kecuali dengan kekuatan (dari Allah)."
Mantan Kanwil Kemenag Jawa Barat itu menjelaskan, kekuatan atau kekuasaan yang dimaksud pada ayat tersebut tidak lain adalah ilmu pengetahuan. "Kecuali dengan kekuasaan. Kekuasaan adalah ilmu pengetahuan," ujarnya.
Akademisi Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Syekh Nurjati Cirebon itu menyebut, Amerika Serikat menjadi negara kuat karena menguasai ilmu pengetahuan dan teknologi. Banyak orang-orang pintar yang ditampung di sana.
Lebih lanjut, Adib kembali menegaskan bahwa ilmu Falak dan astronomi memang ilmu pertama yang dikuasai manusia. Bahkan sejak sebelum manusia mengenal tulisan, ilmu Falak dan astronomi sudah diketahui dengan perangkat simbol-simbol. "Itulah ilmu pertama uang berkembang," imbuhnya.
Sementara itu, penemu ilmu Falak dan astronomi ini, menurutnya, adalah Nabi Idris as. "Nabi Idris dikenal sebagai penemu ilmu falak," katanya.
Untuk menegaskan pandangannya, Adib kembali merujuk pada Al-Qur'an Surat Ar-Rahman. Pada ayat-ayat awal, matahari, bulan, dan bintang-bintang adalah benda-benda yang disebut pertama kali. "Yang disebut pertama kali adalah fenomena matahari dan bulan," katanya.
Baru berikutnya adalah syajar atau pohon yang mengisyaratkan ilmu pengetahuan pertanian. "Baca Ar-Rahman isyarat pengetahuan luar biasa," pungkasnya.
(Anty
Sekretariat Ditjen Bimas Islam
Rakor Kemenko PMK: Wajib Halal Oktober 2026 Tetap Sesuai Jadwal
Jakarta, Bimas Islam — Implementasi Wajib Halal Oktober 2026 dipastikan tetap berjalan sesuai jadwal. Hal itu disepakati kementerian dan lembaga terkait…



