Serang, Bimas Islam --- Sejarah perjalanan bangsa Indonesia tidak lepas dari budaya literasi. Menulis adalah upaya untuk mengabadikan buah pikiran agar bisa dibaca generasi berikutnya. Karya para ulama terdahulu masih menjadi referensi dan bahan bacaan bagi generasi setelahnya.
Hal inilah yang disampaikan oleh Direktur Urusan Agama Islam dan Pembinaan Syariah (Urais Binsyar) Kemenag RI, Moh Agus Salim saat menyampaikan sambutan secara virtual pada kegiatan Coaching Clinic Penulisan Naskah Islam Berbingkai Moderasi “Personal Narative Writing” Angkatan ke-2, di Le Dian Hotel, Kota Serang, Banten, Senin, (22/2).
Agus Salim mencontohkan, di Singapura karya-karya Syekh Nawawi Al-Bantani menjadi buku-buku pelajaran yang wajib dibaca umat Islam di sana.
Karenanya, ia berharap agar Penyuluh Agama Islam menjadi perwakilan Kemenag RI dalam menyampaikan pesan-pesan keislaman yang berwawasan moderasi dan berlandaskan nilai rahmatan lil alamin.
“Saya sangat mengapresiasi terselenggaranya kegiatan ini. Semoga bisa melahirkan penulis-penulis handal dari Banten, penulis literasi yang menginternasional kiprahnya seperti Syeikh Nawawi Al-Bantani,” paparnya
Sementara itu, Kasubdit Kepustakaan Islam Ditjen Bimas Islam Kemenag RI, Abdullah Alkholis mengatakan, Coaching Clinic Penulisan Naskah Islam Berbingkai Moderasi yang digelar selama tiga hari, Senin-Rabu, 22-24 Febuari 2021, merupakan angkatan kedua yang bertujuan untuk penguatan literasi keislaman berwawasan moderat yang variatif, menarik dan mudah dipahami.
“Kita perlu memahami generasi milenial dan generasi Z yang saat ini menjadi perhatian besar pemerintah Indonesia,” tutupnya.
(Anty)
Editor: Sigit
Sekretariat Ditjen Bimas Islam
Penjelasan Kemenag tentang Program Wakaf Saham Masjid Istiqlal
Jakarta, Bimas Islam --- Penyataan Menteri Agama Nasaruddin Umar terkait Masjid Istiqlal, Wakaf Tunai, dan Bursa Efek Indonesia mendapat perhatian yang luas…



