Jakarta, Bimas Islam --- Kementerian Agama melalui Direktorat Penerangan Agama Islam (Penais) menggelar Dialog Ormas Kepemudaan Islam Tingkat Nasional di Jakarta selama tiga hari, Selasa-Kamis (28-30/9/21). Dialog ini digelar dalam rangka menguatkan sinergi untuk mengawal pelaksanaan Moderasi Beragama.
"Ini tanggung jawab kita sebagai pimpinan pemuda Islam di Indonesia. Hari esok negeri dan bangsa ini ada di tangan bapak dan ibu," ungkap Direktur Penerangan Agama Islam Kemenag, Syamsul Bahri di Jakarta, Selasa (28/9/21).
Salah satu wujud implementasi Moderasi Beragama ini, tambah Syamsul, dengan terus meningkatkan wawasan dalam rangka mengawal konsep cinta tanah air sebagai bagian dari iman.
"Wawasan dan peningkatan keilmuan adalah keniscayaan untuk mengawal hubbul wathan minal iman yang tidak hanya menjadi slogan, tetapi menghiasi memori kehidupan dalam sikap individu maupun sosial," tambah mantan Kepala Kantor Wilayah Kemenag Jawa Timur ini.
Selain itu, Moderasi Beragama juga diwujudkan dalam sikap saling menghargai di tengah perbedaan. Hal ini, tambah Syamsul, selaras dengan konsep Bhinneka Tunggal Ika.
"Kita beda, tapi tetap satu. Beda itu niscaya. Beda harus dijadikan alat untuk berlomba dalam kebaikan," tegasnya.
Peningkatan wawasan ini, pungkas Syamsul, sangat efektif dalam membentuk pemahaman seseorang hingga bersikap bijak dalam menghadapi beragam perbedaan.
(Pirman)
Sekretariat Ditjen Bimas Islam
Rakor Kemenko PMK: Wajib Halal Oktober 2026 Tetap Sesuai Jadwal
Jakarta, Bimas Islam — Implementasi Wajib Halal Oktober 2026 dipastikan tetap berjalan sesuai jadwal. Hal itu disepakati kementerian dan lembaga terkait…



