Jakarta, Bimas Islam --- Ditjen Bimas Islam Kementerian Agama (Kemenag) terus berupaya melakukan penguatan moderasi beragama kepada masyarakat. Hal ini sebagaimana yang tercanang oleh Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas bahwa penguatan moderasi beragama sebagai salah satu program prioritas nasional.
Hal ini dikatakan Direktur Urusan Agama Islam dan Pembinaan Syariah Adib saat membuka International Conference on Religious Moderation (ICROM) 2022 di Hotel Mercure Ancol, Jakarta, Rabu (27/7).
“Selain serangkaian diklat, orientasi, dan sosialisasi moderasi beragama, juga diadakan sejumlah kajian penguatan diseminasi dan implementasinya. Termasuk melaksanakan pergelaran ICROM 2022 ini,” kata mantan Kakanwil Kemenag Jawa Barat ini.
Adib mengatakan, pergelaran ICROM 2022 ini ditujukan untuk memperkuat upaya penguatan moderasi beragama, sekaligus menyediakan sejumlah solusi dan masukan atas sejumlah kendala pelaksanaannya.
“Sampai saat ini masih saja ada masyarakat yang belum memahami atau menyalahpahami apa itu moderasi beragama,” ujarnya.
Kegiatan yang diserangkaikan dengan Peluncuran buku ‘Moderasi Beragama Perspektif Bimas Islam’ ini dihadiri Dirjen Bimas Islam Kamaruddin Amin, Sesditjen Bimas Islam M. Fuad Nasar, Direktur Penerangan Agama Islam Syamsul Bahri, Direktur Bina KUA dan Keluarga Sakinah Muhammad Adib, dan Direktur Pemberdayaan Zakat dan Wakaf Tarmizi Tohor.
Hadir pula Penggagas Moderasi Beragama sekaligus Menteri Agama 2014-2019 Lukman Hakim Saifuddin, Akademisi Bidang Studi Agama Emory University, AS James B. Hoesterey, Tim Ahli Pokja Moderasi Beragama Kemenag Alissa Wahid, serta Akademisi Bidang Studi Agama Hobart & William Smith College, AS Shalahuddin Kafrawi.
(Tommy)
Sekretariat Ditjen Bimas Islam
Rakor Kemenko PMK: Wajib Halal Oktober 2026 Tetap Sesuai Jadwal
Jakarta, Bimas Islam — Implementasi Wajib Halal Oktober 2026 dipastikan tetap berjalan sesuai jadwal. Hal itu disepakati kementerian dan lembaga terkait…



