Mataram, Bimas Islam -- Direktur Pemberdayaan Zakat dan Wakaf Kemenag, Tarmizi Tohor memaparkan capaian program pemberdayaan ekonomi melalui zakat dan wakaf di Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB). Hal ini ia sampaikan dalam Rapat Kerja (Raker) Program Prioritas Bimas Islam yang diikuti 100 peserta dari unsur Kanwil Provinsi, Kankemenag Kabupaten/Kota, Kepala KUA, Penghulu, dan Perwakilan MUI di NTB.
Tarmizi mengatakan, program pemberdayaan umat di Provinsi NTB sudah cukup lengkap. Ia mengungkapkan, program Kampung Zakat sudah berjalan di Desa Langko, Kecamatan Lingsar, Lombok Barat.
"Di Kampung Zakat Desa Langko ini telah berhasil memberdayakan 342 mustahik. melalui kerajinan anyaman yang sudah dipesan turis mancanegara," ungkap Tarmizi di Mataram, Kamis (10/11/2022).
Selain Kampung Zakat, Tarmizi mengatakan, Kemenag juga melakukan pemberdayaan melalui KUA Percontohan Ekonomi Umat. Melalui program ini, lanjutnya, ada 10 penerima manfaat yang diberi bantuan modal dan pelatihan.
"KUA Percontohan Ekonomi Umat ini ada di Kecamatan Kediri, Lombok Barat. Produksi yang dihasilkan berupa peci rajut, pertanian, dan souvenir khas Lombok," imbuhnya.
Tarmizi melanjutkan, program Inkubasi Wakaf Produktif juga telah dilakukan di Lombok Utara. Tepatnya berada di Yayasan Pondok Pesantren Syaikh Zainuddin MW, Desa Jenggala, Kecamatan Tanjung, Lombok Utara.
"Program ini telah memberdayakan lahan kosong di atas tanah wakaf menjadi bengkel motor dan mobil, sekaligus sebagai tempat pengembangan diri skill bagi siswa SMK di Yayasan tersebut," pungkasnya.
(Boy)
Sekretariat Ditjen Bimas Islam
Rakor Kemenko PMK: Wajib Halal Oktober 2026 Tetap Sesuai Jadwal
Jakarta, Bimas Islam — Implementasi Wajib Halal Oktober 2026 dipastikan tetap berjalan sesuai jadwal. Hal itu disepakati kementerian dan lembaga terkait…



