Jakarta, Bimas Islam – Ketua Asosiasi Penghulu Republik Indonesia (APRI), Mardari menyampaikan, Rapat Kerja Nasional (Rakernas) APRI yang digelar pada Senin hingga Rabu (24-26/7/2023) bertujuan untuk merancang dan mendesain program dalam empat tahun ke depan.
Hal itu diungkapkannya kepada wartawan Bimas Islam di sela kegiatan Rakernas APRI di Jakarta, Selasa (25/7/2023).
“Rakernas ini merupakan kelanjutan Musyawarah Nasional (Musnas) yang dilakukan pada 24 Juni lalu. Dalam agenda organisasi, setelah Musnas ada Rakernas. Di Rakernas ini, yang dibahas adalah program untuk empat tahun ke depan,” ujarnya.
Mardari mengatakan, program-program yang dicanangkan dalam Rakernas ini di antaranya terkait dengan peningkatan kompetensi penghulu, agar memiliki kemampuan dan kualitas dalam pelayanan serta penguatan literasi ilmu dan hukum.
Selain itu, dalam Rakernas ini, juga dipersiapkan program-program kerja yang bisa dikolaborasikan dengan berbagai pihak atau instansi terkait.
“Selain itu kami juga mempersiapkan program-program kolaborasi dengan instansi lain di antaranya program pengentasan stunting. Nanti kita akan berkolaborasi dengan BKKBN,” tuturnya.
Mardari juga mencanangkan kerja sama dengan mahasiswa untuk pengentasan pernikahan dini. Kerja sama dengan mahasiswa, menurutnya, sangat efektif untuk mengampanyekan anti pernikahan dini.
“Pencegahan pernikahan dini ini penting dan perlu melibatkan mahasiswa. Mereka akan menjadi relawan kita untuk mempublikasikan dan menjelaskan pada teman-teman seusia mereka agar tidak melakukan pernikahan dini," terangnya.
Rakernas APRI ini dihadiri Dirjen Bimas Islam Kamaruddin Amin Direktur Bina KUA dan Keluarga Sakinah Zainal Mustamin, Kabag Tata Usaha pada Direktorat Bina KUA dan Keluarga Sakinah Rama Wahdiyansyah, serta Kasubdit Mutu, Sarana Prasarana, dan Sistem Informasi KUA Jajang Ridwan.
Ba/Mr



