Jakarta, Bimas Islam --- Direktur Pemberdayaan Zakat dan Wakaf Kementerian Agama (Kemenag), Tarmizi Tohor mengatakan, evaluasi adalah faktor penting keberhasilan sebuah program, termasuk program KUA Percontohan Ekonomi Umat akan berhasil jika dilakukan evaluasi.
“Semakin dievaluasi semakin bagus. Jangan tunggu program berjalan satu tahun baru ada evaluasi,” katanya saat membuka Rapat Evaluasi KUA Percontohan Ekonomi Umat di Holiday Inn, Kemayoran, Jakarta Pusat, Rabu (17/11).
Direktur menyatakan, evaluasi dilaksanakan secepat mungkin untuk menghindari kesalahan-kesalahan yang dapat menggagalkan program KUA Percontohan Ekonomi Umat.
“Jika di lapangan ditemukan kesalahan teknis atau apapun yang belum sesuai dapat segera diperbaiki,” ujarnya.
Program KUA Percontohan Ekonomi Umat adalah program bantuan modal usaha sebesar 100 juta rupiah untuk tiap KUA di 11 titik lokasi yang menjadi percontohan dengan total bantuan 1,1 miliar rupiah. Dari satu titik lokasi akan dipilih 10 keluarga yang akan memperoleh bantuan. Sementara masing-masing penerima bantuan akan mendapatkan 10 juta rupiah.
Kegiatan yang diikuti perwakilan Kanwil dan Kankemenag di 11 KUA Percontohan Ekonomi Umat, pendamping LAZ, Baznas, dan pejabat terkait di lingkungan Direktorat Pemberdayaan Zakat dan Wakaf Kemenag dilaksanakan dengan protokol kesehatan yang ketat. Ini terlihat saat para peserta menunjukkan hasil swab antigen untuk yang dari Pulau Jawa dan swab PCR untuk yang dari luar Pulau Jawa.
(Tommy)
Sekretariat Ditjen Bimas Islam
Rakor Kemenko PMK: Wajib Halal Oktober 2026 Tetap Sesuai Jadwal
Jakarta, Bimas Islam — Implementasi Wajib Halal Oktober 2026 dipastikan tetap berjalan sesuai jadwal. Hal itu disepakati kementerian dan lembaga terkait…



