Yogyakarta, Bimas Islam --- Gema semangat yang mengalir dari shalawat dengan lantunan lirik padang pasir hingga Nusantara, menjadi irama pembuka penanda Pertemuan Pakar Falak MABIMS (Menteri Agama Brunei Darussalam, Indonesia, Malaysia dan Singapura) yang diselenggarakan Ditjen Bimas Islam Kementerian Agama, di Hotel Grand Keisha Yogyakarta, Selasa (8/10). Harmoni melodi yang dihasilkan melalui sentuhan angklung, gambang dan kempul dari grup musisi Angklung Populer Rajawali Malioboro itu tidak berhenti pada lagu religi saja namun semakin menanjak pada lagu lainnya sembari mengiringi santapan malam peserta, dengan bonus lagu melayu-jawa seperti Cindai, Isabela, Bengawan Solo, Perahu Layar, hingga Yogyakarta.
Tak cukup hanya diiringi dengan santapan budaya oleh Musisi Angklung Rajawali Yogyakarta, dalam arena pertemuan tersebut tampak pula beragam alat falak dan astronomi yang dipamerkan, mulai dari Astrolabe, Rubu’ Mujayyab, Mizwalah, Qiblat Tracker, Teleskop, Globe, hingga Solar System Simulator.
Dalam sambutan pendeknya mengawali malam ramah tamah, Dirjen Bimas Islam Muhammadiyah Amin yang didampingi Direktur Urais Binsyar Agus Salim, Direktur Zakat Wakaf Fuad Nasar, dan Direktur Bina KUA Mohsen, memberi salam hormat kepada para delegasi dari negara-negara serumpun, serta apresiasi kepada semua pihak khususnya bagi organisasi Islam, Lembaga Falak, Pusat Kajian Astronomi yang mewakili Indonesia pada pertemuan tersebut.
“Pada kesempatan yang penuh bahagia ini, tiada kata yang kami sampaikan kecuali salam hormat kepada saudara-saudara kami yang menjadi delegasi dari Negara Brunei Darussalam, Malaysia, dan Singapura, atas segala perhatian dan kerjasama khususnya di bidang keagamaan yang selama ini telah dibangun. Tidak lupa pula terima kasih kami sampaikan kepada segenap wakil Ormas Islam, Lembaga Falak, Pusat Kajian Astronomi, serta Lembaga Negara di tanah air”, ungkap Amin.
Selain menyampaikan ucapan selamat datang, Dirjen juga turut mempersilahkan para peserta untuk menikmati suasana hangat Kota Yogyakarta serta nuansa kebudayaan Islam yang banyak terabadikan dalam bentuk bentuk tradisi dan cagar budaya.
Kegiatan yang akan dibuka secara resmi oleh Menteri Agama Lukman Hakim Saifudin pada esok hari ini (Rabu, 9/10) diikuti oleh 70 pakar falak, terdiri atas Delegasi Negara MABIMS, Organisasi Masyarakat Islam, Lembaga Falakiyah Kementerian Agama, Pusat Kajian Astronomi, Akademisi Perguruan Tinggi, Aparatur Kementerian Agama Kanwil Provinsi Kemenag DIY dan Ditjen Bimas Islam.
Dalam pelaksanaannya, pertemuan Pakar Falak MABIMS ini akan diselenggarakan selama tiga hari (8-10/10), dan diisi oleh masing-masing delegasi dari negara serumpun, yang mempresentasikan materi terkait “Perkembangan Visibilitas Hilal dalam Perspektif Sains dan Fikih”.
Penulis: Syafaat
Editor: Sigit
Foto: bimasislam
Sekretariat Ditjen Bimas Islam
Kemenag Ingatkan Peran Strategis Masjid sebagai Pemersatu Umat
Surabaya, Bimas Islam — Kementerian Agama mengingatkan pentingnya mengoptimalkan peran masjid sebagai pemersatu umat sekaligus pusat dakwah, pendidikan, dan…



