Jakarta, Bimas Islam -- Dirjen Bimas Islam, Kamaruddin Amin mewakili Menteri Agama memberi pesan Iduladha 1444 H dalam materi Manifestasi Ketakwaan, Rasa Syukur, dan Kepedulian Sosial. Pesan tersebut disampaikannya pada gelaran Gema Takbir Nasional dan Pesan Iduladha 1444 H di Masjid Istiqlal Jakarta, Rabu (28/6/2023).
Kamaruddin mengatakan, sebagai umat Islam, kepasrahan dalam beribadah sangat diperlukan. Dalam beragama dan menjalankan perintah Allah SWT, khususnya ibadah mahdhah, tidak perlu banyak bertanya.
"Kita sama-sama ketahui bahwa Iduladha ini merupakan peristiwa yang sangat monumental, yang terjadi pada seorang hamba, kekasih Tuhan, Nabi Ibrahim dan anaknya Nabi Ismail, juga istrinya, Siti Hajar," ujar Kamaruddin.
"Peristiwa yang mengajarkan kita kepasrahan total dalam beramal. Nabi Ibrahim mengajarkan kepada kita, ketika kita berurusan dengan ibadah, ketika terkait dengan perintah Allah, maka sikap kita adalah tunduk secara total terhadap perintah Allah SWT," lanjutnya.
Ia juga mengingatkan tentang kisah keteladanan Nabi Ibrahim mengenai pentingnya mendidik dan memberi pemahaman agama kepada anak sebagai amanah dari Allah SWT. Nabi Ibrahim, imbuhnya, mengajarkan tentang pentingnya memberi literasi keagamaan pada anak sehingga memiliki paham ketauhidan dan pemahaman agama yang benar.
Acara Gema Takbir Nasional ini dihadiri Kabid Sosial dan Pemberdayaan Umat, BPMI, Asep Saepudin dan Direktur Penerangan Agama Islam, Kementerian Agama, Ahmad Zayadi.
"Sekali lagi saya mengucapkan selamat hari raya Iduladha 1444 H kepada seluruh umat Islam di Indonesia. Semoga kesehatan dan kekuatan selalu dianugerahkan Allah kepada kita semua, sehingga kita dapat menjalankan segala perintah Allah dengan penuh keikhlasan, kekhusyukan, serta penyerahan diri secara total. Mudah-mudahan kita semua selalu dalam rida Allah SWT," pungkasnya.
Fn/Mr
*Fotografer; Shandy F. Nanere
*Fotografer; Shandy F. Nanere



