Pematang Siantar, Bimas Islam --- Armansyah Pasaribu (47), Penyuluh Agama Islam KUA Kecamatan Pematang Siantar, Sumatera Utara (Sumut) aktif menyosialisasikan gerakan sedekah sampah yang dirintisnya sejak 2019. Menurutnya, gerakan tersebut adalah cara mengajak masyarakat untuk meningkatkan kesalehan sosial.
“Kesalehan sosial merupakan perilaku seseorang yang menerapkan nilai-nilai Islam dalam pergaulan dengan lingkungannya. Jadi jika kita tidak menjaga keseimbangan alam dan tidak ramah kepada lingkungan, maka sebenarnya kita juga sedang tidak berlaku ramah dengan ayat-ayat Allah,” ungkap Armansyah saat dihubungi bimasislam, Senin (7/2/22) malam.
Menurutnya, perlu melakukan berbagai kreativitas untuk mengajak masyarakat peduli terhadap lingkungan, salah satunya melalui program yang diberi tagline ‘Sampah Jadi Ibadah’ termasuk dalam memberikan edukasi terkait pemilahan sampah.
“Setiap hari kita menghasilkan sampah, baik sampah medis seperti masker yang kita pakai setiap hari bahkan sampah rumah tangga. Oleh karenanya bagaimana agar sampah tersebut bisa bermanfaat dan menjadi ibadah? Maka kita berikan edukasi cara pemilahan sampah kemudian dibawa ke bank sampah terdekat dengan niat sedekah,” katanya.
Armansyah juga menjelaskan, gerakan sedekah sampah itu juga menjadi ladang dakwahnya ke masyarakat bahwa menjaga lingkungan dan alam sekitar adalah peringatan yang terdapat dalam Al-Qur’an.
Ia mengutip ayat Al-Qur’an Surah Ar-Rum ayat 41 yang artinya: “Telah tampak kerusakan di darat dan di laut disebabkan karena perbuatan tangan manusia; Allah menghendaki agar mereka merasakan sebagian dari (akibat) perbuatan mereka, agar mereka kembali (ke jalan yang benar)”.
“Ayat tersebut menjelaskan bahwa telah terjadi Al-Fasad di daratan dan lautan. Al-Fasad adalah segala bentuk pelanggaran terhadap hukum Allah, yang diartikan dengan "perusakan". Perusakan ini bisa berupa pencemaran alam seperti membuang sampah sembarangan, atau bentuk tidak kepedulian manusia terhadap lingkungannya,” jelasnya.
Ia berharap, program Sampah Jadi Ibadah tersebut bisa menjadi wadah bagi masyarakat dalam menjaga dan tidak merusak lingkungan. “Semoga program ini juga semakin diminati masyarakat. Sebab gerakan tersebut sangat bermanfaat, tidak hanya bagi lingkungan tapi juga kepedulian sosial,” katanya.
“Jadi sampah yang dikumpulkan secara berkala itu nanti dijual ke bank sampah. Kemudian hasil penjualannya digunakan untuk pemberdayaan masyarakat seperti pinjaman usaha, santunan, sembako gratis, pembelian buku iqro' dan Al-Qur'an untuk Taman Pendidikan Al-Qur'an serta program sosial kemasyarakatan lainnya,” ungkapnya.
Penyuluh Agama Islam Teladan Nasional 2021 itu menambahkan, program Sampah Jadi Ibadah merupakan inovasi bimbingan dan penyuluhan (Bimluh) Penyuluh Agama Islam Pematang Siantar.
(Anty)
Sekretariat Ditjen Bimas Islam
Rakor Kemenko PMK: Wajib Halal Oktober 2026 Tetap Sesuai Jadwal
Jakarta, Bimas Islam — Implementasi Wajib Halal Oktober 2026 dipastikan tetap berjalan sesuai jadwal. Hal itu disepakati kementerian dan lembaga terkait…



