Jakarta, Bimas Islam --- Kepala Kantor Urusan Agama (KUA) Menteng, Thowilan mengungkapkan salah satu program utama mereka untuk melakukan sosialisasi terhadap wakaf uang. Hal ini karena kondisi di Kecamatan Menteng, Jakarta Pusat yang sudah jarang mempunyai lahan kosong.
"Menteng itu kan lokasinya perkotaan, kalau untuk mewakafkan tanah itu sulit, karena lahannya sudah semakin sempit. Maka tentu kita harus mempunyai cara lain untuk mengoptimalkan penguatan ekonomi umat," terang Thowilan saat dijumpai di KUA Menteng, Jakarta, Kamis (24/6).
Thowilan menjelaskan, cara mereka untuk melakukan sosialisasi wakaf uang salah satunya melalui calon pengantin saat prosesi bimbingan perkawinan (bimwin). Bahkan sudah sempat akan diluncurkan program tersebut, namun batal karena kendala teknis.
"Kita juga punya penyuluh honorer yang ditempatkan di tiap-tiap kelurahan untuk kita optimalkan, agar menyampaikan kepada masyarakat tentang program wakaf uang ini," imbuhnya.
Thowilan menyampaikan, ke depannya mereka akan menggandeng sejumlah pihak seperti Badan Wakaf Indonesia (BWI), Dewan Masjid Indonesia (DMI), dan Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) untuk lebih menggencarkan sosialisasi wakaf uang ini.
"Walaupun pada akhirnya belum ada yang terketuk hatinya untuk berwakaf uang, tapi paling tidak kita punya kewajiban untuk menyampaikannya kepada masyarakat," tutupnya.
(Boy)
Sekretariat Ditjen Bimas Islam
Kemenag: Sulsel Berpeluang Jadi Pusat Pengembangan Ekonomi Syariah di Wilayah Timur Indonesia
Makassar, Bimas Islam — Sulawesi Selatan berpeluang menjadi pusat pengembangan ekonomi dan keuangan syariah di wilayah timur Indonesia. Potensi tersebut…



