Jakarta, Bimas Islam — Sebanyak 1.068 operator Sistem Informasi Manajemen Nikah (SIMKAH) dari KUA, Kantor Wilayah Kementerian Agama, dan Kantor Kemenag seluruh Indonesia mengikuti Workshop Operator Data dan Layanan Bina Keluarga Sakinah yang digelar secara hybrid pada Selasa (17/6/2025).
Sebanyak 68 peserta hadir langsung di Jakarta, sementara sisanya mengikuti secara virtual. Kegiatan itu merupakan upaya Kementerian Agama untuk memperkuat pengelolaan data dan meningkatkan kualitas layanan bimbingan keluarga di KUA.
Kepala Subdirektorat Bina Keluarga Sakinah, Zudi Rahmanto, mengatakan, optimalisasi data Bimbingan Perkawinan (Bimwin) penting sebagai dasar evaluasi dan pengembangan program.
“Data itu bukan cuma angka, tapi aset. Dari data, kita bisa lihat sejauh mana program KUA benar-benar menyentuh masyarakat,” ujarnya.
Ia juga mengungkapkan, layanan Bina Keluarga Sakinah mendukung program nasional seperti pencegahan stunting dan penguatan ketahanan keluarga. “Kalau datanya akurat dan terintegrasi, kita bisa pastikan layanan KUA tepat sasaran dan benar-benar dirasakan manfaatnya,” tambah Zudi.
Salah satu peserta dari Kanwil Kemenag Jambi, Muh. Jamil, mengaku pelatihan ini sangat membantunya dalam memahami teknis pengisian dan pengelolaan data. “Setelah ikut workshop ini, saya jadi lebih paham dan kerja jadi lebih cepat dan terarah,” katanya.
Melalui kegiatan ini, para operator diharapkan semakin siap memperkuat peran KUA sebagai pusat layanan keluarga yang adaptif, responsif, dan berbasis data untuk mendukung terwujudnya keluarga sakinah di seluruh Indonesia.
Msk/Mr



