Jakarta, Bimas Islam — Direktorat Jenderal Bimbingan Masyarakat Islam (Bimas Islam) Kementerian Agama menghadirkan simulasi berbentuk teater dalam kegiatan Bimbingan Teknis (Bimtek) Fasilitator Jaringan Lokal Angkatan V dan VI di Jakarta, Rabu (27/8/2025). Simulasi ini bertujuan memperdalam pemahaman peserta terhadap peran masing-masing stakeholder yang saling berkaitan.
Kehadiran simulasi teater di Bimas Islam dinilai sebagai langkah inovatif untuk memperkuat kolaborasi lintas sektor. Peserta diajak memahami bukan hanya perannya sendiri, tetapi juga keterhubungan dengan pihak lain. Tujuannya agar jejaring yang dibangun dapat menghasilkan layanan keagamaan yang berdampak bagi masyarakat.
Teater ini dikenal dengan metode Social Presencing Theater (SPT), sebuah pendekatan pembelajaran berbasis pengalaman yang bukan sekadar hiburan. Dalam simulasi, peserta diajak memeragakan empat dimensi penting: pose, posisi, jarak, dan relasi kuasa. Melalui gerak tubuh sederhana, para peserta dapat membaca realitas saat ini sekaligus mengeksplorasi kemungkinan masa depan yang bisa diwujudkan bersama.
Narasumber sekaligus Tim Instruktur Nasional, Alissa Wahid, menjelaskan bahwa SPT telah digunakan secara efektif selama lebih dari satu dekade di berbagai sektor, baik bisnis, pemerintahan, maupun masyarakat sipil.
“Metode ini membantu kita melarutkan konsep yang membatasi, berkomunikasi secara langsung, mengakses intuisi, dan menyingkap hal-hal yang sering kali tidak terlihat, sehingga mendorong terciptanya perubahan mendalam,” jelas Alissa.
Menurutnya, SPT juga fleksibel karena dapat diterapkan di berbagai tingkat: individu, kelompok, organisasi, hingga sistem sosial yang lebih luas. Dengan pendekatan teater ini, realitas saat ini dapat divisualisasikan lebih jelas sehingga memunculkan kesadaran kolektif dalam membangun strategi bersama.
Msk/Mr



