Ponorogo, Bimas Islam --- Penyuluh Agama Islam (PAI) di Kabupaten Ponorogo bergerak serentak menunjukkan kepedulian terhadap warga yang terpapar dan terdampak Covid-19. Gerakan kepedulian ini dilakukan di 21 kecamatan.
"Sosialisasi protokol kesehatan (Prokes) 5 M terus dilakukan secara langsung dan melalui meme, poster, leaflet, video, twibbon dan media lain di media sosial. Jumlahnya ada 10.000 unggahan di berbagai media oleh PAI se-Kabupaten Ponorogo,” ungkap Kepala Seksi Bimbingan Masyarakat Islam Kantor Kementerian Agama Kabupaten Ponorogo, Hayat Prihono Wiyadi melalui pesan tertulis kepada bimasislam, Kamis (22/7/21).
Sementara itu, Sekretaris Kelompok Kerja Penyuluh (Pokjaluh) Kabupaten Ponorogo, Indun Fanani menerangkan, selain sosialisasi penerapan Prokes, Penyuluh Agama juga membagikan vitamin dan paket sembako.
"Dananya diperoleh dari swadaya Penyuluh. Jumlahnya sebanyak 186 paket vitamin, 186 paket sembako, dan 240 nasi bungkus," ungkap Indun.
Indun berharap bantuan tersebut meringankan beban masyarakat yang terpapar dan terdampak Covid-19. "Dibagikan di sekitar tempat tinggal Penyuluh Agama menyasar orang terdekat yang terpapar atau terdampak Covid-19," tambahnya.
Tidak hanya kepada masyarakat, Gerakan PAI Peduli Umat di Masa Darurat Covid-19 yang merupakan implementasi dari Surat Edaran Dirjen Bimas Islam nomor P-003/DJ.III/Hk.007/07/2021 ini juga menyasar tenaga kesehatan dan relawan di Posko Satuan Tugas (Satgas) Covid-19 tingkat Kabupaten.
"Para tenaga kesehatan dan relawan merupakan pejuang di garda terdepan. Jadi kita bagikan di Posko Satgas Covid-19 di Rumah Sakit Dr. Harjono Kabupaten Ponorogo," pungkas Penyuluh yang bertugas di KUA Ponorogo ini.
(Pirman)
Sekretariat Ditjen Bimas Islam
Rakor Kemenko PMK: Wajib Halal Oktober 2026 Tetap Sesuai Jadwal
Jakarta, Bimas Islam — Implementasi Wajib Halal Oktober 2026 dipastikan tetap berjalan sesuai jadwal. Hal itu disepakati kementerian dan lembaga terkait…



